Friday, January 24, 2020

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 969 Bahasa Indonesia

"Aaaaaaa..!!!"

Orochi menjerit, wanita-wanita di sekelilingnya berlarian ketika Oden semakin dekat dan bersiap untuk menebad dengan dua pedangnya.

"Tunggu...!! Tunggu dulu, Oden..!!"


Orochi berusaha menahannya tapi percuma saja. Jangankan dia, sebelumnya Toki pun sempat berusaha menahan Oden. Mengingatkannya kalau dia marah dan gegabah seperti ini, maka musuh akan menyerang balik...

Oden tidak peduli.

"Orochi...!!!"
"Aaaaa....!!!"

Blasssstttt!!!!! Oden melesatkan tebasan.

Perabotan-perabotan di sebelah ruangan sampai terpecah-pecah oleh serangan itu, namun anehnya itu tidak melukai Orochi sama sekali. "Eh!?"

...

Follow Twitter @YonkouTerkuat untuk mendapat berbagai update dan twit-twit random seputar One Piece dan Anime/Manga lainnya.

...

Kakek itu... Kakek pemain musik yang waktu itu ikut bersama si nenek misterius ternyata bukan hanya seorang pemusik biasa. Ia menyilangkan kedua jarinya, dan seketika sebuah barrier melindungi sekitar tubuh Orochi dari serangan.


Orochi bisa sedikit bernapas lega..

"Apa ini!?"

Oden menebas-nebas kembali barrier itu namun tetap tidak ada efeknya.
"Gyaaa...!!" Orochi di balik barrier masih tampak ketakutan.

"Kaca!? Bukan!! Keluar kau Orochi!!" Oden terus menebas-nebas namun perlindungan dari kemampuan buah iblis itu tetap tidak tergores.

Orochi masih tampak ketakutan.

"Tidak perlu takut, Tuan Orochi, percayalah pada kemampuan buah Bari Bari ini.." ucap kakek pengguna kemampuan buah iblis itu, Kurozumi Semimaru. "Barrier ini bisa menghalangi siapapun untuk menembusnya. Dengan ini kekuatanmu tidak ada artinya, Oden!!"


"Nikyokyokyo!! Setelah menjadi bajak laut, kau pasti sudah tidak asing lagi dengan kemampuan-kemampuan khusus yang berasal dari buah iblis seperti ini..." ucap si nenek pemakan buah Mane Mane yang juga berada di belakang Orochi, Kurozumi Higurashi.

Semoga cara baca nama ini tidak salah, untuk versi resminya tunggu saja terbitan MangaPlus hari Senin nanti.

"Orang-orang seperti itu ada juga di sini!?"
"Ya, dan di sini kami menyebut mereka sebagai tukang sihir!!"

"Hahaha.. Oden!!" Orochi meski masih tampak takut namun sudah mulai bisa tertawa. "Apa kau pikir semua masalah bisa kau selesaikan hanya dengan amarah dan kekuatan!? kau tak akan bisa membunuhku!!"

Sementara itu di luar kastil, orang-orang bersorak-sorai atas kedatangan Oden.


"Apa kau melihatnya tadi!? Oden masuk menerobos kastil!!"
"Penerus yang sah dari Keluarga Kozuki telah kembali!!"

"Shogun yang sekarang akan diganti!!"
"Aku yakin selanjutnya Kaidou juga akan diusir!! Hajar Orochi!!"

"Oden!!"
"Oden!!"

Tapi di dalam kastil situasinya tidak semudah itu.

Oden yang semula hanya mengamuk menebas-nebas kini mulai bisa lebih tenang. "Ayahku memberimu posisi sebagai shogun pengganti sampai aku kembali... Karena itu cepat serahkan kembali posisi shogun padaku!!"

"Aku tak pernah berminat untuk menjadi shogun," ucap Oden, "Tapi akan kulakukan jika itu demi kehidupan yang lebih baik untuk para rakyat Wano!!"

"Tidak tidak tidak... Sayang sekali..." ucap Orochi.
"Klaim shogun mu itu sekarang sudah tidak berarti.."


"Nikyokyokyo..." si nenek di belakang Orochi tertawa.

Ia kemudian berubah menjadi Shogun Sukiyaki, ayah Oden.
"Wah wah, ahirnya kau kembali juga, Oden.." ucapnya menirukan ayah Oden.

"Eh!? Ayah!? Kau masih hidup...!?"

"Nikyokyokyo!!" si nenek kembali berubah ke wujudnya semula dan tertawa-tawa.

"Para daimyou yang bodoh itu percaya saja berkat kemampuan mengubah wujud ini!!" ucap Orochi. "Wahahaha!! Pada akhirnya sekarang mereka sudah secara resmi memberikan posisi shogun padaku!! Jadi tidak ada lagi alasan bagiku untuk memberikan posisi ini padamu..."

"Apa saja yang sudah kau lakukan pada ayahku!?" Oden membentak masih dari luar barrier, "Apa kau yang membunuhnya!?"

Orochi diam saja dengan ekspresi liciknya.


Pembicaraan selanjutnya terjadi di antara mereka, dan diam-diam Shinobu muda mengintip percakapan tersebut dari balik langit-langit ruangan.

Di luar, situasi juga mulai berubah parah. Ketika orang-orang berkumpul dan meneriakan nama Oden, salah satu dari mereka terkena tembakan panah beracun.

"Seseorang terkena panah!!"
"Panggilkan dokter!!"


Orang-orang yang berkumpul dan heboh atas kembalinya Oden pada akhirnya harus menjadi korban. Dua penduduk terkena panah beracun dan mengalami demam hebat.

Para penduduk yang ketakutan bersembunyi di balik rumah mereka.

Naga raksasa terlihat terbang di langit berawan yang ada di atas kastil ibu kota.


Pria yang membangun keluarganya sendiri dan menjadi Daimyou Kuri...

Pria yang menjelajahi lautan bahu membahu dengan bajak laut terhebat di dunia...

Pria yang telah kembali berkali-kali lebih kuat...

Oden yang tak terkalahkan!! Di kampung halamannya sendiri yang tengah menderita oleh kekuasaan yang kejam...

Pria yang seharusnya menjadi penyelamat bagi orang-orangnya...

Kozuki Oden


Beberapa jam kemudian ia menari telanjang di depan kastil Shogun Orochi
Orochi dan anak buah Kaidou tertawa-tawa

Kembalinya sang penerus sah shogun Wano, Kozuki Oden
Pada akhirnya orang-orang mulai kecewa... Bahkan marah

Si bodoh dari Kuri, Kozuki Oden
Sebuah lagu bahkan dibuat untuk meledek si bodoh ini


Oden muncul ke kota sekali seminggu
Menari-nari di depan kastil, mendapat bayaran kecil

Di hari berangin
Di hari hujan
Di hari bersalju

Narasi yang menggambarkan betapa Oden mengorbankan harga dirinya berakhir. Selanjutnya di kastil Kuri, tampak para ajudannya memohon untuk ia tidak semakin menjatuhkan harga dirinya. Kinemon dan yang lainnya bersujud, "Kami mohon, Tuan Oden!!"


Oden yang sudah terlihat seperti bapak-bapak yang tidak mengurusi dirinya sendiri hanya berkata, "Menari telanjang tiap minggu adalah pekerjaanku.."

"Tolong beritahu kami yang sesungguhnya!!" ucap Kiku.
"Apa yang Anda bicarakan dengan Orochi!? Kenapa Anda melakukan semua ini!?"
"Kami tak tahu lagi harus bicara apa pada warga Kuri yang tetap percaya sampai akhir!!"

Bahkan di daerahnya sendiri, Kuri, Oden sudah mulai dibenci warganya. Anak-anak menimpukinya dengan batu tiap kali Oden lewat di jalan.

Seorang ibu menghampiri anaknya yang melempar batu ke Oden dan berkata, "Jangan berbuat kasar begitu pada anjing"

...

Suatu hari Oden berlari ke pantai...
menangis sekencang-kencangnya, tertawa sekencang-kencangnya, lalu menangis lagi...

Menangis dan tertawa lagi...
Air mata membasahi muka tersenyumnya...

Sebuah koran dari dunia luar akhirnya sampai di pesisir Wano..
Oden menangis sambil tertawa saat membacanya...


Dunia dibuat gempar oleh eksekusi mati sang Raja Bajak laut, serta harta berlimpah yang ia tinggalkan untuk ditemukan... One Piece

Orang-orang beramai-ramai pergi ke laut...
Era Besar Bajak Laut dimulai

"Roger!!" ucap Oden, "Kau memang hebat!! Hidupmu sungguh luar biasa!! Tidak seperti Kuri!!"

...

Dua tahun setelah kembalinya Oden,
Pertempuran antara Kelompok Bajak laut Gekko Moriah dan Kaidou pecah

Di waktu yang bersamaan, makam Toshin Ryuma dicuri

Dan di waktu yang bersamaan pula, si bodoh Oden masih menari-nari telanjang


Namun meski begitu, Oden masih tetap memiliki keluarganya. Hiyori dan Momonosuke tetap terlihat sayang padanya. Suatu hari Oden pernah bertanya pada Toki, "Apa kau mau menceraikanku?"

"Hah? Apa kau bercanda?" Toki hanya tersenyum saja, lama-lama ia sudah terbiasa dengan semua itu dan tetap mencintai Oden.

Tidak hanya keluarga, Oden juga masih punya para ajudannya...

Juga rekan-rekan lain... Salah satunya Yasuie.
"Menjadi bodoh terkadang bagus.." ucap daimyou Hakumai itu.

Masih ada juga si boss yakuza yang mendukungnya, Hyogoro...

Seorang pria menahan Oden saat ia ingin bertemu Hyogoro, "Mau ada urusan apa kau dekat-dekat dengan boss Hyogoro.."

Plakkk!!! Seorang wanita menggeplaknya dari belakang.
"Bodoh, cepat suruh dia masuk... Oden-chan, Hyogoro-sana ada di dalam, ayo masuk kita minum teh"

Di dalam ruangan, mereka pun minum-minum teh sambil mengobrol.

"Orochi benar-benar keras kepala," ucap Hyogoro. "Apa menurutmu aku juga perlu turun begitu?"

"Jangan memaksakan diri.." ucap Oden.

"Oden-chan, aku juga jago menari loh"
"Hei hei jangan lakukan itu, Nyonya"


Tiga tahun setelah Oden kembali...
Empat tahun setelah Oden kembali...

Oden masih tetap menari telanjang tiap minggunya. Tidak ada yang berubah di negeri Wano.

Di tahun kelima...
Kuri...

Arak-arakan Orochi sedang lewat di jalanan kota, di antar oleh dua kuda yang terlihat gagah. Di sekitarnya tampak bersiaga beberapa pengawal. Termasuk duo kakek dan nenek Kurozumi.

"Shogun Orochi!!"


Seseorang berlutut di tengah jalan saat ia lewat. Orochi turun dari kereta kuda dan menghampirinya. Yang berlutut itu ternyata adalah Oden. Orochi kaget.

"Mengenai pabrik-pabrik senjatanya," ucap Oden, "Lalu kapalnya... dan Kaidou..."

Orochi seolah tak tahu menahu dan berkata, "Bicara apa kau?"
"!!!!" Oden terlihat syok.

"Aku akan menjadikan Wanokuni sebagai produsen senjata terbesar!!!!" ucap Orochi.

Oden semakin kaget. Dan perkataan Orochi setelahnya semakin membuat hatinya hancur.
"Dan ah... soal Hyogoro, dia membuatku khawatir, jadi aku menyerahkannya pada Kaidou!!"

"!!!"

Hyogoro ditangkap, istri dan 16 anaknya dibunuh. Seluruh keluarganya dihabisi.


Oden, seorang samurai yang telah menahan semuanya seorang diri selama lima tahun...

Benang tipis itu telah dirusak..
Telah diputus

Air mata yang selama ini tertahan di matanya menetes
Namun Oden mampu menahan perasaannya

Sepertinya Oden telah belajar dari kesalahan sebelumnya. Kali ini ia bisa menahan amarahnya dan memikirkan segala sesuatunya secara matang.


Oden kembali ke kastil dan mengumpulkan orang-orangnya.
"Kita akan menjatuhkan Kaidou!!"

"Kami sudah lama menunggu kata-kata ini!!"

Kinemon dan yang lain tampak seperti orang yang baru diberi makan setelah sekian lama lapar. Kata-kata itu akhirnya keluar dari mulut pemimpin mereka.

Kekacauan terbesar di generasi ini

Oleh Kozuki Oden... Yang telah menangis di sepanjang Wano

Di sisinya, sembilan pria yang telah ia tumbuhkan sebagai samurai

Disinari oleh merahnya langit matahari senja

Pria-pria ini lapar akan pertarungan, berkilau oleh api merah

Pedang di pinggang mereka bagaikan refleksi dari nyala hidup yang membara


Para penduduk Wano, yang hormat terhadap kesetiaan mereka, kemudian menyebut mereka sebagai

Sembilan Sarung Merah

Dengan mata yang tertuju pada Kaidou..
Jalan mereka juga bagian dari cerita sedih di masa lalu...

Takdir yang menunggu mereka adalah.... eksekusi publik Kozuki Oden!!

Sampai jam legendaris itu tiba, yang akan diceritakan terus pada generasi mendatang...

Tolong jangan sedetik pun, mengalihkan matamu

One Piece 969 - END

Tuesday, January 21, 2020

thumbnail

Detail-Detail Kecil Yang Mungkin Kamu Lewatkan Di One Piece 968

Flashback masih terus berlanjut, kali ini chapter berfokus pada bubarnya Kelompok Bajak Laut Roger dan kembalinya Oden ke Negeri Wano.

Langsung saja mulai dari detail pertama.

1. Halaman Cover
Halaman cover kerap kali dilewatkan oleh para pembaca manga. Orang-orang cenderung tidak sabar untuk langsung membaca isi ceritanya. Padahal, halaman cover One Piece khususnya kerap memuat detail-detail kecil yang cukup menarik untuk disimak. Termasuk pada chapter kali ini, One Piece Chapter 968.


Pada halaman cover ini, setidaknya ada 7 detail kecil yang mungkin kamu lewatkan.

1.1 Bekas Benang Doflamingo
Goresan benang dari teknik sangkar burung Doflamingo masih terlihat di bukit bebatuan yang ada di background. Kota sedang dalam proses perbaikan, tapi "luka" di bukit itu bisa jadi akan dibiarkan begitu saja. Hitung-hitung sebagai monumen untuk mengenang pertarungan hebat antara Luffy dan Doflamingo yang pernah terjadi di sana.


1.2 Perbaikan Kota
Kerangka-kerangka untuk perbaikan gedung masih bisa dengan jelas dilihat di beberapa bangunan yang ada di sepanjang jalan itu. Kota yang dikenal dengan hasrat dan cinta ini benar-benar sedang dalam masa pemulihan.


1.3 Kain Tukang Cukur Chiffon
Seperti selayaknya salon atau tukang cukur pada umumnya, klien akan diberi kain khusus untuk menutupi dirinya ketika rambut akan dipotong. Ketika sekelompok angkatan laut menangkap Chiffon, ia diangkut langsung bahkan dalam kondisi kain itu masih menutupi badannya.


1.4 Efek Cium Germs Pirates
Meskipun kelompok bajak laut Germs Pirates yang meneror Dressrosa dengan kemampuan yang membuat orang menggila menciumi orang-orang sekitarnya sudah dikalahkan oleh Bege, efek cium itu masih belum hilang.


1.5 Anjing Peliharaan Angkatan Laut
Terlihat sosok kecil di deretan paling depan angkatan laut yang menangkap Chiffon. Ini hanya spekulasi belaka, tapi kemungkinan itu adalah semacam anjing peliharaan si perempuan angkatan laut. Hal ini menjelaskan bagaimana mereka bisa melacak Chiffon.


Motif pakaian perempuan angkatan laut itu juga putih dengan corak hitam-hitam ala dalmatian. Hal ini bisa dilihat pada cover One Piece Chapter 966.

1.6 Anak Buah Bege
Masih sama seperti cover One Piece Chapter 966, di pojokkan terdapat orang berpakaian ala mafia terkapar. Bedanya kalau sebelumnya di pojok kanan, sekarang di kiri. Sosok ini tak lain adalah salah satu anak buah Bege yang mengawal Chiffon, namun tampaknya angkatan laut terlalu kuat baginya sampai-sampai ia tak bisa melindungi istri bossnya.


1.7 Sepatu Gotti
Detail terakhir yang tidak kalah (tidak) pentingnya adalah, Gotti kembali terlihat dengan sepatu bermotif bulat-bulatnya. Sepatu hitam yang tampak ia kenakan pada halaman cover One Piece Chapter 960 digambar polos karena ia berada cukup jauh di background.


Sepatu dengan motif yang sama juga terlihat digunakan oleh Vito di halaman cover beberapa chapter sebelumnya.

2. Kemampuan Buah Iblis Buggy
Untuk pertama kali di flashback ini, Buggy terlihat menggunakan kemampuan buah iblisnya. Ketika kru Roger berkumpul untuk akhirnya mendengar berita pembubaran kelompok itu, Buggy hanya terlihat setengah badan.


3. Topi Roger
Ketika harus berpisah dengan krunya, Roger menitipkan topinya pada Rayleigh, partner pertamanya dalam perjalanan menjadi bajak laut terhebat. Sebuah momen yang emosional. Roger pun pergi meninggalkan teman-temannya tanpa mengenakan topi.


Hal ini menjelaskan kenapa pada saat ia bertemu minum-minum dengan Shirohige, topi yang digunakan waktu itu agak berbeda.

4. Baju Nododon Seagull
Meskipun bertubuh paling besar di antara kelompok Roger, sepertinya mencari pakaian berukuran pas bukan sesuatu yang sulit bagi Seagull. Dia justru menjadi karakter yang sangat sering terlihat berganti-ganti pakaian. Kadang kaos putih polos, hitam polos, hitam bergaris, kaos putih dengan luaran hitam, dan terakhir terlihat mengenakan kaos bertuliskan NODODODON.


5. Rayleigh Memalingkan Wajah
Rayleigh jadi satu-satunya kru yang terlihat memalingkan wajah ketika kaptennya pergi. Mungkin ia tak mau terlihat saat menangis. Sebelumnya saat Roger memberinya pesan-pesan terakhir saja, ia menutupi mukanya dengan tangan.


6. Pakaian Warga
Bukan hanya keluarga dan ajudan Oden, para warga pun sampai harus menggunakan baju-baju yang ditambal-tambal. Menggambarkan betapa susahnya Kuri berusaha untuk bertahan tanpa pemimpin. Tapi meski dalam kondisi seperti itu, mereka masih tetap bisa tersenyum dan tertawa menyambut kembalinya Oden.


Dan hei, ada juga si panda legendaris di pojok kanan.

Tidak hanya di Kuri, di halaman-halaman akhir saat Oden menuju ibu kota, penduduk dari daerah lain pun tampak menggunakan baju yang ditambal-tambal. Menunjukan bahwa pengaruh buruk Orochi menyebar ke seluruh penjuru negeri.

7. Kacamata Inuarashi
Inuarashi akhirnya mulai terlihat memakai kacamata. Terakhir ia muncul di chapter minggu lalu ketika memilih untuk menemani Toki di Wano, Inuarashi masih belum memakai kacamata. Setelah Oden kembali, akhirnya ia menggunakan kacamata. Dan sampai sekarang, ia masih tetap mengenakan kacamata.


Ukuran tubuh kedua mink ini juga terlihat meningkat pesat. Sekarang mereka sudah jauh lebih besar dari ukuran manusia normal.

8. Oden Lompat Kastil
Kalau diperhatikan dengan sangat teliti, ketika Oden marah dan hendak menyerang Orochi, ia langsung melompat dari lantai atas kastil Kuri.


Detail lain dari aksi pergerakan Oden juga bisa dilihat di halaman yang sama. Ketika harus melewati sungai, Oden memilih untuk langsung melompat saja dari ujung ke ujung alih-alih menggunakan jembatan yang disediakan.


Follow Twitter @YonkouTerkuat untuk mendapat berbagai update dan twit-twit random seputar One Piece dan Anime/Manga lainnya.

Friday, January 17, 2020

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 968

Kisah flashback Roger dan Oden masih berlanjut. Kembali dari Laugh Tale, pertama-tama mereka mengunjungi kembali Shanks dan Buggy. Tertulis di catatan Oden:

"Kepada Roger, yang baru saja kembali dari Laugh Tale, Redtarou menanyainya pertanyaan-pertanyaan lalu tak kuasa menahan tangis.."


"Lahirnya Raja Bajak Laut membuat gempar dunia, angkatan laut menaikkan jumlah kekuatan di tingkat yang belum pernah dilihat sebelumnya."

Rayleigh membacakan berita tentang Roger yang dimuat di koran, "Kekayaan, Ketenaran, Kekuatan, pria yang telah meraih semuanya, Sang Raja Bajak Laut, Gold Roger!!"

"Harusnya Gol D Roger!!" ucap Roger kesal karena pemerintah salah menulis namanya. "Tapi sebutan Sang Raja Bajak Laut sepertinya boleh juga.."

"Yah mau bagaimana lagi," ucap Rayleigh, "Di titik ini kita bisa mengerti kenapa pemerintah berusaha untuk menutup-nutupinya."


Oden kembali menambahkan catatannya:

"Dunia memberikan nama pada semua yang telah Roger raih. Mereka menyebut itu sebagai One Piece."

Di atas Kapal Oro Jackson, Roger tertawa-tawa saja ketika mengetahui hal itu. "Aku tidak tahu dari mana mereka kepikiran nama seperti itu!! Wahahaha!!"

"Tapi berkat reputasi buruk itu, Roger malah semakin terkenal!!"

Terkenalnya Roger membuat ia menjadi incaran tidak hanya angkatan laut tapi juga bajak laut. Bajak laut di berbagai belahan dunia ingin bisa memburu dan mengalahkannya.

"Ayo tangkap Roger!!" ucap seorang bajak laut.
"Temukan di mana Roger berada" ucap angkatan laut lewan den den mushi.
"Roger sudah punya segalanya!! Ayo kita habisi dia!!" ucap bajak laut di belahan dunia lainnya.


Kapal Oro Jackson masih berlayar dengan tenang di atas lautan, di bawah sinar bulan. Mereka baru saja kembali dari pulau yang selama ratusan tahun tak dijamah oleh orang lain. Roger telah mencapai titik puncaknya sebagai seorang bajak laut.

Tak ada lagi yang perlu dilakukan oleh kelompok bajak laut ini. Roger mengumpulkan semua krunya, ada hal serius yang ingin ia bicarakan.

"Semua ini seperti sebuah keajaiban.." ucap Roger, duduk di hadapan para krunya yang sudah berkumpul. "Kalian semua sudah mengikutiku, mempertaruhkan nyawa kalian, yang bisa aku lakukan hanyalah berterima kasih.."

"Hahaha... Bicara apa sih kau ini kapten?"
"Jangan bikin kami malu begini.."
"Bodoh!!"

Para kru tersipu mendengar kata-kata kaptennya. Sampai akhirnya Roger menyampaikan keputusannya...

"Aku sudah membuat keputusan!!" ucap Roger, "Dengan ini aku membubarkan Kelompok Bajak Laut Roger!!"

"Eeeeehh...!?" kru Roger kaget.


Teringat kembali suara-suara aneh yang terdengar oleh Roger di dalam laut saat menuju Pulau Manusia Ikan. Para Sea King sedang bercakap-cakap membicarakan raja mereka yang akan segera lahir...

NB: Tulisan ini dibuat dengan menerjemahkan versi Korea, jadi mungkin saja ada terjemahan yang salah.

"Lahir...!!"
"Raja kita lahir..."
"Lahir di lautan yang jauh..."
"Hari ketika dua raja bertemu kembali..."
"Paus-paus juga ikut senang..."

"Kita sudah menunggu begitu lama..."
"Sedikit lagi..."
"Kali ini tidak salah lagi..."

"Mungkin 10 tahun lagi..."
"15 tahun lagi..."


Suaranya begitu jelas dan mengganggu tapi hanya Roger dan Oden yang mampu mendengarnya. Mereka berdua sampai harus menutup kuping karena suara itu begitu jelas.

"Siapa di sana yang berbicara!?" Roger menjerit-jerit tapi tidak ada jawaban.

Lama-lama Roger mengerti dengan isi dari percakapan itu. Dan akhirnya ketika ia bertanya pada Shyarley kecil mengenai kapan sang putri duyung akan terlahir, Roger bisa membuat kesimpulan.

"Suara-suara itu... Ramalan akan lahirnya seseorang... Kita akan dilampaui oleh mereka." ucap Roger pada Rayleigh. "Kita terlalu dini."

"Maksudmu soal One Piece? Aku penasaran siapa yang akan menemukannya.."
"Pasti anakku!!" ucap Roger.
"Kau tidak punya anak"

"Hahahaha!!" para kru tertawa.

"Baiklah, ayo semuanya mari kita minum-minum!! Ayo berlayar ke laut yang tidak ada angkatan lautnya!!"

Mereka tampak bersenang-senang, minum-minum, tertawa-tawa, sebelum pada akhirnya mereka semua harus berpisah. "Pertama-tama aku yang akan turun kapal, lalu kalian turunkan Oden" ucap Roger.


Roger dan Oden juga sudah berbincang-bincang dengan Oden...

"Sebelum aku mati, aku akan menemui Shirohige," ucap Roger. "Apa kau ingin Iso dibawa kembali juga ke Wano?"

"Tidak, dia sudah cocok di kapal itu." ucap Oden. "Sampaikan saja pesanku pada Shiro-kichi untuk menjaganya baik-baik."

"Baiklah kalau begitu!!" ucap Roger sambil tertawa.

Pada akhirnya ketika hari perpisahan tiba, rasa sedih dan haru tak bisa mereka tahan. Oden kembali menulis di catatannya:

"Setelah menyampaikan kata-kata terakhirnya pada pria yang dikenal sebagai Raja Kegelapan, anggota kru paling veteran, Rayleigh.. Roger pergi meninggalkan kapal."


"Dia pergi membawa obat yang diberikan oleh sang dokter, Crocus. Meskipun penyakitnya sudah benar-benar mencapai stadium puncak."

"Ini adalah perpisahaan seorang pria. Taka ada seorang pun yang menangis. Mana mungkin kan kru Raja Bajak Laut menangis."

Begitulah Oden menulis di catatannya, tapi aslinya mereka semua menangis parah. Semua kru Roger menangis tersedu-sedu ketika harus berpisah dengan sang kapten.

Mungkin Oden malah yang menangis paling keras.


Berpisah dengan kapten mereka, selanjutnya kru Roger juga harus berpisah dengan Oden..

Oro Jackson berlayar menuju Wano untuk membawa Oden kembali, dan tentunya itu bukan perjalanan yang mudah. Terlihat bangkai-bangkai kapal berserakan di tebing-tebing luar Wano. "Parah sekali, bangkai-bangkai kapalnya..."

Meski sudah pernah ke sana sebelumnya, perjalanan ke Wano selalu menjadi sesuatu yang mengerikan.

"Kalau salah memilih arus, nasib kapal ini juga akan jadi seperti itu." ucap Oden.

Selanjutnya ada kalimat yang sepertinya cukup penting diucapkan di sini. Nama Joyboy disebut-disebut. Tapi karena ini diterjemahkan dari versi Korea, takut salah, sebaiknya tunggu versi resminya.

Mereka sampai Wano, dan perpisahan pun harus kembali terjadi. Oden kembali menulis, tulisan-tulisan terakhir di catatan perjalanannya..

"Kami harus berpisah, tapi kami tidak sedih. Kami tertawa, karena suatu hari nanti kami pasti akan bertemu kembali."

Pada kenyataannya mereka semua menangis...
dan tidak akan bertemu kembali...

Berpisah dengan krunya, oden kembali berkumpul dengan keluarganya. Toki menyambut kedatangan Oden dengan sangat bahagia. "Oden-san...!!"
"Toki..!!"

Oden memeluk istri dan kedua anaknya.
"Momonosuke... Hiyori... Aku sangat merindukan kalian semua."


Oden menggendong anaknya, "Kau sudah tumbuh besar Momonosuke..."
"Iya, pak tua!!" Momonosuke tersenyum.
"Oi sopan sedikit pada ayahmu!!"

Oden juga disambut oleh Kinemon dkk, serta para warga sekitar sana...

"Tuan Oden!!"
"Selamat datang kembali!!"
"Tuan Oden!!"

Disambut seperti itu Oden jadi agak kaget dan bertanya-tanya.


"Apa dari dulu Kuri memang seramah ini? Kukira aku akan disambut dengan makian..."
"Semua ini berkat Nona Toki, istri Anda.." ucap Kinemon.

"Dia orang yang sangat baik... Tiap hari turun ke desa untuk membantu para warga.." ucap Kanjuurou.

"Istri Daimyou... Ia menceritakan perjalanan Anda yang luar biasa pada semua orang.." Kawamatsu menambahkan.

"Nona Toki dan anak-anaknya sangat populer dan dicintai di Kuri..."
"Mereka terus memuji Anda..."
"Mereka tidak pernah sama sekali berbicara buruk mengenai Anda.."

"Terima kasih, kalian semua.." ucap Oden pada istri dan anaknya.

Oden kemudian menoleh ke Kiku, "Kiku, mengenai Iso..."
"Aku sudah mendengarnya dari Inu-chan dan Neko-chan, tidak apa.." ucap Kiku.

"Bagaimana dengan Ashura dan Denjirou?" Oden menanyakan kabar dua ajudannya yang lain.

"Ashura Douji memimpin para bandit gunung yang kembali liar.."
"Denjirou berkelana mengelilingi Wano mencari pinjaman uang.."

"Hmm... Ini buruk..." ucap Oden.

Mereka kembali ke kastil, Kinemon dkk menceritakan lebih detail mengenai segala sesuatunya.
"Kami akan menceritakan semuanya secara detail... Mulai dari sejak Anda pergi, bagaimana kami mempertahankan Kuri..."

Mereka menceritakannya, termasuk shogun yang terlah berganti.
"Kondisi ayahku waktu itu memang sudah tidak baik, saya sekali aku tidak berada di sisinya saat kematiannya..."

"Yang lebih masalah sebenarnya penerusnya," ucap Kinemon.
"Tuan Sukiyaki menunjuk Orochi sebagai penggantinya..."

Oden belum begitu mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi. Lanjut di catatannya ia menulis, "Cerita yang kudengar begitu membingungkan... Aku menganggap Orochi seperti adik kandungku sendiri!? Yang kulakukan hanya meminjaminya uang demi Yassuie... Yang mana tak pernah ia kembalikan satu sen pun."


"Aku juga baru tahu kalau ternyata ia adalah anggota Keluarga Kurozumi, keluarga yang sempat membuat kejahatan di masa lalu. Saat ini ia berada di posisi shogun dengan dalih untuk menjadi penggantiku..."

Kinemon dkk juga menceritakan mengenai perubahan-perubahan yang telah terjadi di Wano. Terutama mengenai pabrik senjata.

"Dalam perjalanan ke sini And pasti sudah melihatnya juga... Pabrik-pabrik dibangun di tiap-tiap desa. Para lelaki dipaksa untuk bekerja dan diawasi dengan upah kecil yang sangat tidak layak."


Oden tidak mengerti, "Kenapa kalian semua mau-maunya menuruti perintah dari orang seperti Orochi!?"

"Di belakangnya... ada bajak laut bernama Kaidou!!" ucap Raizo.
"Kekuatannya benar-benar seperti monster!!"

"Dan meskipun aku sudah mencoba untuk menghabisi Orochi..."
"Jangan katakan!!" ucap Toki. Ia tak ingin Kinemon menceritakan apa yang terjadi pada Oden.

"Jangan katakan apa!? Apa yang telah terjadi!?"

"Raizou, bawa keluar Momonosuke dan Hiyori!!"
"Baik!!"

Raizo si ninja lantas bergegas membawa dua anak itu ke ruangan lain, tidak mau mereka mendengar pembicaraan orang dewasa di ruangan itu.

"Setengah tahun yang lalu, para lelaki mulai dipaksa untuk bekerja di pabrik. Mereka yang menolak akan dieksekusi, bahkan keluarganya juga..." ucap Kinemon sambil menundukkan kepala. "Kami tak tahan dengan tindakan semena-mena Orochi... Dengan emosi kami akhirnya pergi menuju kastilnya..."

"Tapi di waktu yang bersamaan, orang-orang Kaidou datang ke Kuri" ucap O-Kiku.
"Mereka menerobos masuk kastil... Dan berniat untuk membunuh Tuan Momonosuke dan Hiyori yang merupakan pewaris keluarga Kozuki!!"

"Orang-orang itu pada akhirnya berhasil ditangani oleh Kawamatsu dan Inuarashi yang menjaga kastil.. Tapi salah satu serangan mereka... Tembakan panah mereka melukai kaki Nona Toki!!"

Kinemon langsung bersujud, "Maafkan kami!! Gara-gara tindakan gegabah kami, kaki Nona Toki jadi terluka!! Maaf!! Maaf!!"

Oden langsung melihat sendiri bekas luka di paha Toki dan ia marah.
"Toki...!!"

Bekas luka terlihat sangat jelas di paha kiri Toki.


"Tidak apa-apa, Oden-san, luka ini sudah sembuh" ucap Toki untuk menenangkan suaminya. Tapi Oden sudah telanjur dibuat marah.

"Kau ditembak menggunakan panah..." Oden yang terlihat semakin marah lantas memeluk istrinya itu. "Anak-anak kita... Kau sudah berjuang sekuat tenaga untuk melindungi mereka. Rasanya pasti sangat menyakitkan."

Emosi Oden semakin memuncak.

"Tunggu, Oden-san!!" Toki bergelimang air mata mencoba untuk menenangkan suaminya. "Jika kau marah hanya karena hal kecil seperti ini, bisa-bisa musuh akan..."

"Hal kecil seperti ini!? Toki... Kau belum pernah mendengar kisah tentangku ya..."

Oden lantas bergegas dan mengambil kedua pedangnya.
"Kalian... Tolong jaga Kuri dan keluargaku!!"

"T-Tunggu, Oden!!!"

Tanpa basa-basi lagi Oden langsung melesat cepat menuju kastil ibukota tempat orochi berada.

Tertulis di catatannya:
"Aku tidak tahu cerita detailnya seperti apa. Tapi yang pasti... Si bodoh itu sudah mengambil alih Wano. Pria bodoh lemah memanfaatkan kekuatan bajak laut. Melibatkan orang-orang yang tidak bersalah. Dia sudah mengubah negeri ini... menjadi neraka!!"

Beberapa anak buah Kaidou sudah terlihat tersebar di berbagai penjuru Wano, termasuk Kuri. Mereka pun melihat kejadian itu dan melapor lewat den den mushi. "Oden bergerak menuju kastil Ibukota Bunga!! Laporkan ini pada Tuan Orochi!!"

Di sisi lain, warga yang melihatnya tampak bahagia.

"Tuan Oden akan memimpin kembali!?"
"Pewaris yang sah telah kembali!!"
"Akankah Anda menjadi Shogun!?"

Oden yang sudah benar-benar emosi tak terbendung hanya punya satu tujuan: Menghabisi Orochi. Seorang diri ia mendatangi kastil Orochi dan membantai semua prajurit anak buah Kaidou yang dilewatinya.

"Gyaaaa...!!"

Prajurit yang tersisa sibuk mencoba untuk memanggil-manggil tuannya dari den den mushi tapi tidak ada jawaban, "Shogun Orochi!! Tolong jawab!! Oden menerobos masuk kastil!!"

Tapi terlambat, saat ini Oden sudah ada di hadapan Orochi. Oden telah menerobos masuk ke ruangan tempat Orochi bersembunyi.

"Tunggu!! Oden-sa.. Oden!!" Orochi yang terpojok terlihat begitu ketakutan dan memohon-mohon. "Pikirkanlah baik-baik!! Kalau kau membunuhku, Kaidou tidak akan tinggal diam!! Menurutmu apa yang akan terjadi dengan negeri ini nantinya!?"


Orochi mencoba untuk memberi Oden pemahaman namun hal itu tidak berarti sama sekali.

"Akan kupikirkan nanti setelah aku membunuhmu!!" ucap Oden.

Orochi semakin ketakutan, dalam hati ia berkata, "Orang ini memang gila!!"

Tuesday, January 7, 2020

thumbnail

Detail-Detail Kecil yang Mungkin Kamu Lewatkan di One Piece 967

Versi resmi One Piece Chapter 967 dari MangaPlus akhirnya rilis. Kemungkinan besar, ada banyak detail yang kalian lewatkan pada chapter ini. Apalagi kalau kalian membaca versi terjemahan cepat yang sudah bocor 1-2 minggu yang lalu.

Pada kesempatan ini juga, kita akan membahas perbedaan-perbedaan atau adanya terjemahan yang kurang antara versi cepat dan versi MangaPlus. Pembahasan ini penting karena beberapa terjemahan versi cepat cukup menyesatkan dan harus diluruskan.

1. Jinbe di Halaman Color Spread
Meski halaman color spread One Piece Chapter 967 sudah cukup lama bocor, kalian yang hanya membaca versi terjemahan cepat mungkin melewatkan hal ini. Jinbe akhirnya muncul di halaman color spread One Piece yang memuat kelompok Topi Jerami. Apakah ini menjadi tanda resminya Jinbe bergabung?

2. Roger Turun ke Laut dengan Bantuan Gan Fall
Pada terjemahan cepat minggu lalu, chapter dibuka dengan catatan Oden yang berbunyi, "Dari pulau yang ada di atas awan, Skypiea, para kru berhasil kembali ke lautan biru dengan selamat."

Ada satu detail yang cukup penting terlewat pada catatan itu. Pada versi terjemahan resminya, ada nama Gan Fall.

"Dengan bantuan Gan Fall, dewa di atas awan.. Kami turun dengan selamat ke laut bawah."

Untuk kalian yang sudah lupa, Gan Fall adalah sosok kakek tua berpakaian kesatria yang sempat Luffy dkk temui di Skypiea. 20 tahun lalu, Gan Fall memang masih menjadi dewa Skypiea, dan ia berteman dengan kelompok Roger.

Jauh di One Piece Chapter 248, hal ini sudah ia kemukakan. Meskipun waktu itu masih menjadi tanda tanya karena ia belum menyebut nama bajak laut yang dimaksud.

Di chapter itu, Gan Fall berkata, "Dulu aku juga punya teman yang adalah seorang bajak laut. 20 tahun yang lalu, saat aku masih seorang dewa, dia berkunjung ke sini. Dia adalah orang yang terbuka dan pandai bergaul. Sayang sekali kami harus berpisah."


3. Perdebatan Shanks dan Buggy
Perdebatan antara Shanks dan Buggy mengenai mana yang lebih dingin antara Kutub Selatan dan Utara mungkin sekilas terlihat seperti scene lucu-lucuan biasa, namun ini sebenarnya adalah perdebatan panjang yang mungkin menjadi salah satu parallel dengan jarak chapter terjauh dalam sejarah manga.

Scene ini sudah sempat dimunculkan jauh puluhan tahun yang lalu tepatnya pada flashback di One Piece Chapter 19. Kalian mungkin belum lahir saat chapter ini terbit. Dan kalau diperhatikan, bahkan sound effectnya pun sama.


Sebuah sentuhan nostalgic yang manis dari Oda. Dan tidak perlu memperdebatkan dua scene ini adalah scene di waktu yang sama atau bukan, karena sehebat-hebatnya Oda, waktu itu seri One Piece baru berumur beberapa bulan, dan mustahil tampaknya kalau ia sudah terbayang akan menggambar perjalanan Roger dkk menuju Water 7 di Chapter 967. Kapal Roger di Chapter 19 dulu saja jauh berbeda.

4. Keberadaan Road Poneglyph
Detail berikutnya yang cukup menyesatkan adalah pernyataan Roger mengenai Road Poneglyph yang sudah ia miliki. Pada versi terjemahan cepat minggu lalu, ia berkata, "Aku sudah punya Road Poneglyph yang kucuri dari Linlin dan hadiah dari Shirohige, dengan begini aku jadi tahu lokasi Road Poneglyph yang terakhir!"

Sementara di versi terjemahan resminya, Roger tidak menyebut nama Shirohige sama sekali. Setelah tahu kalau negara Oden dan para Minks memiliki masing-masing satu Road Poneglyph, ia berkata, "Aku sudah memiliki satu salinan Road Poneglyph yang kucuri dari Linlin.. Dan aku punya firasat satunya lagi ada di mana!!"

Dan firasat Roger benar, Road Poneglyph terakhir ada di Pulau Manusia Ikan.

Detail lain yang bisa kalian perhatikan di panel ini adalah penggambaran Big Mom di balon percakapan, di mana 20 tahun yang lalu dia belum seberisi sekarang.


5. Anak Kecil di Bengkel Tom
Untuk kalian yang bertanya-tanya, anak kecil yang muncul satu kali di atas panel Nenek Kokoro kemungkinan besar adalah Iceburg, murid Tom selain Franky. Meskipun penampilannya terbilang tampak lebih muda dari seharusnya. Iceburg lebih tua satu tahun dari Shanks.


Di sini juga kita bisa melihat Franky kecil, yang ternyata sempat bertemu dengan Oden. Sayang sekali ia tidak tertarik dengan bajak laut dan tidak sempat bertemu sisa kru Roger yang lain.

6. Tequila Wolf
Diiringi lagu khas bajak laut, Binks Sake, perjalanan Roger berlanjut. Salah satu tempat yang mereka lewati adalah negeri proyek jembatan raksasa.


Panel hitam putih pada gambar diambil dari One Piece Chapter 967, sementara panel berwarna diambil dari One Piece Chapter 524. Dilihat dari bentuk jembatannya, seragam budak-budak pekerja, balok-balok raksasa, sampai butiran salju yang turun di tempat itu, tidak salah lagi kalau ini adalah Tequilla Wolf. Negeri jembatan yang projeknya sudah berlangsung selama 700 tahun.

Masalahnya, Tequila Wolf terletak di East Blue. Yang menjadi pertantaan adalah: Untuk apa Kelompok Roger dari Water Seven (Grand Line) pergi ke East Blue lalu balik lagi Pulau Manusia Ikan?

7. Perjalanan Menuju Pulau Manusia Ikan
Detail lain yang mungkin penting namun terlewat dari versi terjemahan cepat adalah perkataan Oden saat akan menuju Pulau Manusia Ikan. Pada versi terjemahan cepat, Oden berkata, "Oh, jadi ini Pulau Manusia Ikan, ya? Baiklah, pertama aku harus pergi ke Taman Hiburan Sabaody!"

Yang mana sepertinya adalah kesalahan terjemahan.

Pada versi resminya, Oden berkata, "Oh Pulau Manusia Ikan! Aku juga pernah ke sana bersama Shiro-kichi!!"

Sebelumnya, Oden pernah ke Pulau Manusia Ikan bersama Shirohige. Dari sini juga, bisa disimpulkan kalau pulau tempat pertarungan Roger dan Shirohige ada di paruh pertama Grand Line. Jadi, dari Wano Shirohige dan Oden berlayar melewati Red Line, Pulau Manusia Ikan, bertemu kelompok Roger dan akhirnya bentrok, lalu saat bersama Roger, Oden melintasi Pulau Manusia Ikan lagi.

Meskipun sudah pernah ke sana, Oden tetap diingitkan untuk tidak lengah karena turun menuju Pulau Manusia Ikan, mau perjalanan pertama ataupun kedua sama saja berbahayanya.

Dari sini juga, kita bisa melihat sedikit kemiripan dengan momen saat pertama kali Kelompok Topi Jerami turun menuju Pulau Manusia Ikan.


8. Sea King yang Didengar Roger
Di tengah dalamnya lautan, Roger mendengar suara yang tidak biasa. Hanya dia dan Oden yang bisa mendengarnya. Suara ini mereka dengar dari para Sea King yang berada di sekitar sana. Hal ini sempat dimunculkan pada flashback One Piece Chapter 648, para Sea King ini teringat kembali dengan kejadian ini saat kelak Luffy juga bisa mendengar suara mereka.


Sea king bertaring bawah mulut dan Sea king betina jambul, tidak banyak yang berubah dari mahkluk-mahkluk ini.

Hal mengenai asal suara ini mungkin jadi membingungkan karena pada versi terjemahan cepat, pada panel berikutnya mereka dikepung prajurit Neptune, dan ada teriakan, "Hei, suaranya berasal dari sini!!"

Yang agak kurang nyambung dengan versi aslinya yaitu:
"Kenapa kalian datang ke sini, orang-orang permukaan!?

9. Neptune si Kesatria
Pada versi terjemahan cepat, Roger hanya berkata, "Lihat aku, Neptune! Ini aku, Roger!!"

Sementara di versi resminya, Roger berkata, "Ini aku, Roger!! Apa kau tidak mengenaliku, Neptune si Kesatria!?"

Roger menyebut Neptune sebagai Neptune si Kesatria, bukan Raja Neptune, mengingat Neptune baru menjadi raja beberapa bulan yang lalu. Saat Roger pertama kali menemuinya dulu, tentu waktu itu Neptune masih seorang kesatria.

10. Hancurnya Gerbang Pulau Manusia Ikan
Kalian yang hanya membaca versi terjemahan cepat mungkin bingung dengan kejadian yang terjadi. Pada versi itu, terjemahannya kurang lebih seperti ini.

"Tuan Neptune!! Ada yang berhasil melukai Pasukan Neptune!!"
"Pintu yang menghubungkan kapal dan pelabuhan juga rusak!!"

Lalu Shirley berkata, "Hari bencana... Hanya akan terjadi saat putri duyung lahir"

Hal ini cukup membingungkan dan menyesatkan karena berbeda jauh dengan versi aslinya. Pada versi Mangaplus, terjemahannya kurang lebih:

"Tuan Neptune!! Gerbangnya hancur!! Sea King menabrak gerbangnya!!"
"Sea King yang jinak-jinak itu!? Tidak mungkin!!"

Lalu Shirley berkata, "Para Sea King sedang gusar karena mereka menunggu kelahiran putri duyung"

Sekarang semuanya jadi lebih masuk akal. Gerbangnya dihancurkan oleh Sea King karena mereka gelisah dan tidak sabar untuk menanti kelahiran Shirahoshi. Dan tidak ada ramalan yang menyebut kalau hari bencana hanya akan terjadi saat putri duyung lahir.


11. Usia Madam Shyarly
Madan Shyarly yang tentu saja waktu itu belum dipanggil dengan sebutan madam karena dia masih kecil, muncul di flashback Roger dan memberikan ramalan. Terjemahan versi cepat salah menuliskan usianya. Di sana, tertulis kalau usia Shyarly saat itu adalah 5 tahun, sementara di versi resminya, ditulis kalau usianya 3 tahun.


Oda juga pernah memberi petunjuk mengenai usia Shyarly pada SBS One Piece volume 67, di mana ia menyebut kalau Shyarly pernah meramal kalau Era Besar Bajak Laut akan terjadi. Saat membuat ramalan itu, usianya 4 tahun. Dengan kata lain, ia mengeluarkan ramalan itu tidak lama setelah kemunculannya di flashback ini, bukan sebelum flashback ini.

12. Kematian Raja Sebelum Neptune
Ada satu lagi ramalan Shyarly yang juga salah diterjemahkan di versi cepat. Pada versi terjemahan cepat, disebutkan:

"Tapi Tuan Neptune, semua orang tahu bahwa Shyarly memang punya kemampuan untuk meramal masa depan. Seharusnya dia juga tahu soal pernikahan keluarga bangsawan atau semacamnya."

Sepertinya terjemahan yang dibuat ini bersifat sangat spekulatif dan hanya dicocok-cocokkan saja. Dan memang terlihat aneh karena kalimatnya begitu panjang tapi dipaksakan untuk masuk di kolom percakapan yang kecil.

Pada versi Mangaplus, terjemahannya: "Tapi Tuan Neptune, dia juga benar meramalkan kematian Raja sebelumnya!"

Versi terjemahan cepat:
"Sederhananya, ada kemungkinan bahwa anak perempuanku akan menjadi senjata yang akan menghancurkan dunia. Tapi sejauh apa yang dikatakan ramalan, aku tidak tahu orang seperti apa dia nantinya."
"Jadi Poseidon adalah putri duyung, ya? Aku bisa memberimu nasihat seorang ayah jika kau mau."

Versi resminya:
"Jadi maksudmu, putrimu akan menjadi senjata yang akan menghancurkan dunia suatu hari nanti?"
"Itu hanya ramalan, dan tiap kekuatan bergantung pada bagaimana kau menggunakannya!!"
"Siapa sangka Poseidon itu adalah seorang putri duyung"

13. Lanjutan Pelayaran Roger
Pelayaran Roger berlanjut, kembali ditemani oleh lagu bajak laut, Binks Sake. Setidaknya ada tiga detail panel yang cukup menarik untuk dibahas.


Dari kanan ke kiri, panel pertama yaitu Oro Jackson yang berlayar di atas gelombang meliuk-liuk bagai ular. Fenomena laut yang unik ini juga sempat dirasakan oleh Kelompok Topi Jerami. Bedanya, Roger mengalami ini saat kapalnya berlayar dari Red Line, sementara Luffy merasakannya ketika kapalnya mendekati Red Line, tepatnya pada One Piece Chapter 490. Bisa jadi ini memang fenomena yang ada di dekat Red Line.


Panel berikutnya yaitu panel yang memperlihatkan kru Roger tersambar petir. Pulau ini adalah pulau Raijin, salah satu pulau yang bisa dituju setelah Pulau Manusia Ikan. Pulau berbahaya yang selalu dihujani sambaran petir.


Luffy tidak pernah ke sana, tapi ia hampir ke sana karena jarum log pose New World yang mengarah ke sana getarannya paling kacau, yang mana menandakan kalau tempat itu paling berbahaya. Favorit Luffy. Sayang sekali mereka harus membelokkan arah dan menuju Punk Hazard.

Pada panel terakhir, tampak Roger dan kelompoknya menemukan Poneglyph. Yang menarik adalah kesimpulan yang bisa diambil dari ini.

Saat berada di Pulau Langit Skypiea, Roger berkata kalau ia sudah tidak tertarik dengan harta lain-lain lagi semacam lonceng emas raksasa Shandoria. Waktunya sudah tidak banyak. Fokusnya adalah untuk mencapai pulau terakhir. Tapi meski begitu, Roger tidak hanya fokus pada dua Road Poneglyph yang ada di Wano dan Zou. Ta tetap tertarik dengan poneglyph lainnya. Meskipun satu poneglyph di Pulau Manusia Ikan yang berisi permintaan maaf Joyboy dianggap tidak begitu penting, ada poneglyph lain yang juga penting. Poneglyph yang memuat sejarah masa lampau, Rion Poneglyph. Bisa jadi poneglyph di panel ketiga ini merupakan salah satu Rio Poneglyph.

Kemungkinan lainnya, mereka mampir di pulau itu dan kebetulan menemukan poneglyph.

14. Anggota Perempuan Roger
Salah satu anggota Bajak Laut Roger yang dari penampilannya sepertinya adalah perempuan, sepertinya bukanlah perempuan. Pada panel yang memperlihatkan kelompok itu mandi bersama, sosok ini ikut bersama di sana.


Jika ternyata benar dia perempuan, berarti orangnya sangat santai sampai tampak biasa saja saat mandi bersama kumpulan laki-laki. Detail lain yang juga bisa dilihat dari sini adalah bekas luka di dada kiri Rayleigh yang sudah ia miliki.

15. Pegangan Tangan Oden
Ketika Toki jatuh sakit dan hanya bisa berbaring, Oden memegangi tangannnya. Sungguh romantis sekali Oden.


16. Alasan Inuarashi dan Nekomamushi Tinggal di Wano
Alasan dua suku Mink ini tetap tinggal di Wano bersama Toki dan anak-anaknya tidak diterjemahkan dengan baik di versi cepat. Terjemahan yang dibuat sepertinya hanya dari mengira-ngira saja.

Versi terjemahan cepat:

Nekomamushi: "Baiklah, itu sudah teratasi. Sekarang masalahnya adalah apa yang akan Anda lakukan dengan semua ini, Tuan Oden?"
Inuarashi: "Anda hanya akan membuangnya pada Kinemon dan pergi, kan?"
Oden: "Ayolah teman-teman aku tidak sejahat itu."

Versi resmi Mangaplus:

Nekomamushi: "Kinemon dan yang lain tidak mengenal Nona Toki"
Inuarashi: "Kami akan tetap tinggal bersamanya, Tuan Oden!!"
Oden: "Aku juga mau tetap tinggal!!"

Sangat masuk akal bagi mereka untuk tetap tinggal karena Nona Toki, Momonosuke, dan Hiyori bagi Kinemon dkk tentu masih seperti orang asing. Paling tidak ada yang harus menjaga dan membuat mereka bisa lebih saling mengenal.

17. Toki Mengancam Cerai
Nona Toki mengancam ingin diceraikan kalau sampai Oden tetap tinggal di Wano. Hal ini pasti kalian lewatkan jika hanya membaca versi terjemahan cepat, karena di sana ditulisnya, "Tunggu Oden!! Jangan pernah berpaling dari janji yang pernah kau buat!! Kau sudah berjanji akan melihat petualangan itu sampai akhir!!"

Sementara di versi Mangaplus, "Tidak, Oden!! Kau akan tetap pergi!! Kalau kau tipa orang yang berhenti sekarang, aku mau cerai!!"

Jika kalian membaca versi RAW Korea dan bisa berbahasa Korea, kalian pasti sudah mengetahui hal ini karena di versi itu juga ditulis mengenai ancaman cerai Toki.

18. Kekacauan di Kuri dan Wano
Pada versi terjemahan cepat, kita kurang mendapat gambaran mengenai kekacauan yang sudah terjadi di Kuri dan bahkan seluruh Wano. Pada versi Mangaplus, Kinemon berkata, "Senang akhirnya bisa melihat Anda lagi, Tuan Oden!! Anda meninggalkan Kuri di tangan kami saat pergi berlayar duli, dan sekarang... Malah, seluruh Wano saat ini-"

"Tunggu!!" Toki memotong pembicaraan mereka. Dan berbeda dari versi terjemahan cepat yang mana Toki berkata-kata seolah memerintah, di sini ia lebih tampak memohon supaya mereka mau memahami keinginan Oden.


Detail lain yang bisa dilihat untuk menggambarkan kekacauan di Kuri adalah rusaknya pakaian Kinemon. Berbeda dari penampilannya di Chapter 963 yang mana terlihat gagah, kali ini jubah bermotif bulan sabit yang ia pakai tampak sudah robek tertambal-tambal, yang menandakan mereka telah berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan tanahnya.

Kita juga tidak bisa melihat keberadaan Shutenmaru dan Denjirou, dua sosok kuat itu kemungkinan masih sibuk bertarung.

19. Penyebab Kegelisahan Oden dan Roger di Zou
Ketika memasuki Zou, Oden merasa tidak enak. Roger pun merasakan hal yang sama. Hal ini tampaknya merupakan akibat dari kemampuan mereka mendengarkan suara segala macam, voice of all things. Meskipun level kemampuan Oden tampaknya tidak setinggi Roger yang mana sampai mampu mendengar bunyi dari poneglyph, tapi Oden tetap mampu mendengarkan suara hewan-hewan besar.

Jika sebelumnya ia juga mendengarkan suara dari Sea King, kali ini ia mendengar bunyi dari gajah Zou itu sendiri. Saat memasuki Zou, Momonosuke pun merasakan hal yang sama. Saking parahnya ia bahkan sampai menutupi telinganya.

20. Calon Anggota Musketeers Inuarashi
Kedatangan kelompok Roger disambut baik oleh para suku mink. Dan di antara wajah-wajah yang terlihat, ada dua sosok panda dan babi hutan yang tampak familiar.


Bisa jadi mereka adalah sosok yang kelak akan menjadi bagian dari Musketeer Inuarashi. Kalaupun bukan, mungkin anaknya.


Detail lain yang juga bisa diperhatikan adalah sound effect "Clang Clang" yang dibunyikan ketika Roger dan kelompoknya sampai di sana. Sepertinya ini adalah bunyi yang berasal dari lonceng yang sama dengan yang dibunyikan si monyet Bariete ketika Kelompok Topi Jerami sampai di pulau itu.

21. Navigator Roger
Pada satu panel, di halaman-halaman akhir, tampak kru Roger sedang berkumpul untuk menentukan posisi pulau terakhir. Di antara mereka, yang terlihat memegang pulpen bulu dan mengurusi peta adalah Gaban. Apakah dengan ini bisa disimpulkan kalau Scopper Gaban adalah navigator di Kapal Roger?


Sama seperti Luffy, kru pertamanya adalah Zoro, kru berikutnya yang ia cari adalah navigator yaitu Nami.Trio Gold Silver Copper mungkin bukan hanya soal kekuatan tapi juga urutan bergabung.

Setelah panel ini, terlihat Buggy yang mendadak demam. Penyakit "kau akan mati jika ke pulau itu" yang ada di versi cepat juga hanya kesalahan terjemahan. Di versi resminya ini tidak ada disebut sama sekali. Hal ini sudah cukup lama dibahas di forum One Piece oleh orang-orang yang membaca langsung One Piece dari scan versi Jepangnya.