Friday, December 13, 2019

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 965 - Rencana Kurozumi


Dunia terdiri dari empat lautan biasa dan satu lautan panjang, dan ternyata bentuk dunia itu bulat seperti kelereng, luar biasa sekali!!

kalimat tersebut merupakan sepenggal tulisan dari catata-catatan yang ditulis oleh Oden di buku catatannya.

One Piece Chapter 965 - Rencana Kurozumi

Di dek kapal Oro Jackson, tampak Oden dan Toki sedang berdua. Toki memperhatikan lautan sementara Oden melihat ke selembar peta dan berkata, "Jadi Wano sekecil ini jika dibandingkan dengan seluruh dunia, eh?"

Oden lalu bertanya pada Toki, "Toki, di mana kau lahir?"

"Tidak tahu, tapi orangtuaku selalu berkata kalau kampung halaman mereka adalah Wano. Aku juga tidak punya tempat untuk kembali." ucapnya.

"Sejujurnya, kapal ini tidak akan berlayar dekat-dekat Wano, paling tidak untuk waktu yang dekat.." ucap Oden.
"Tidak apa, saat bersamamu aku merasa aku sudah mencapai tujuanku." Toki tersenyum.

"Eh? Kenapa begitu?" Oden tidak paham.
"Ufufu, kenapa ya..." Toki tersipu.

Sementara Marco yang mengitip mereka juga seperti malu-malu. Dan tidak hanya dia, tampak juga Jozu dan Vista remaja yang sama-sama tersipu. Nekomamushi datang, "Oi, apa kalian tahu di mana tuan Od-"

"Sttt ke sini kau kucing!!" Vista menariknya, seolah tidak mau Oden dan Toki yang lagi berduaan diganggu.


Tapi tidak selamanya pelayaran mereka berjalan mulus dan tenang. Sebagai bajak laut, tentu Shirohige memiliki musuh, terutama Angkatan Laut.

"Ada kapal Angkatan Laut!! Kabur!!"

"Kenapa tidak kita lawan saja!?" ucap Oden.
"mereka itu bagian dari sebuah organisasi besar. Kalaupun kita melawan, akan ada lebih banyak lagi yang datang." ucap Shirohige.

Dari sana Oden makin belajar banyak mengenai dunia.

"Jadi ada organisasi yang pengaruhnya seluas itu di dunia ini ya? Mereka pasti punya orang-orang berkekuatan gila juga di sana.."

"Yah begitulah, kau akan semakin paham soal itu semakin lama kita berlayar mengelilingi dunia.." ucap Shirohige. "Kau akan terkejut, mengingat selama ini kau berada di Wano yang mana masih bebas.."

Bertahun-tahun berlalu. Saat ini, 28 tahun yang lalu, di tahun kedua Oden berlayar di lautan...

"Anaknya lahir!!!"

Seorang bayi laki-laki terlahir di kapal Oro Jackson.

"Bagiamana kalau kita namai Tamago!!"
"Kombu saja!!"
"Chikuwa!!"
"Tsukune!!"

Kru Shirohige sibuk merekomendasikan nama.
"Oi oi sudah, anak ini perlu nama yang lebih bagus dari itu!!" ucap Oden. "Sebuah nama yang akan membuatnya menjadi anak yang tak terkalahkan!! Putraku, namamu adalah... Kozuki Momonosuke!!"

Oden mengangkat tinggi-tinggi bayinya.


Izo memperlihatkan selembar poster buronan pada Oden. "Tuan Oden, sekarang anda sudah menjadi buronan. Anda menjadi seorang kriminal. Demi Nona Toki dan Tuan Momonosuke, bukankah sebaiknya anda segera kembali ke Wano?"

"Izo... Aku masih belum menemukan jawaban yang aku cari." ucap Oden.
"Kami akan baik-baik saja.." ucap Toki.

Nekomamushi dan Inuarashi tampak sedang membaca koran.

"Padahal mereka mempunyai alat penyebar informasi seperti koran ini, tapi sama sekali tidak ada berita soal Wano di sini. Kuharap Kin dan yang lain baik-baik saja." ucap Nekomamushi.
"Tidak mungkin ada informasi yang bocor keluar dari negeri itu. Sama seperti Zou." ucap Inuarashi.

Semakin lama Kelompok Shirohige semakin berkembang, sampai akhirnya sang kapten memutuskan untuk membentuk sistem divisi.

"Kau ingin menunjuk kapten-kapten divisi?" Oden bertanya.
"Kru kita semakin bertambah, jadi bagaimana kalau kita bagi saja kelompok kita menjadi lima divisi."

"Ide yang bagus!!"
"Aku mau jadi kapten divisi!!"
"Aku juga!!"

"Kau kutunjuk jadi kapten divisi dua!!"
"Eh, aku tidak terlalu tertarik..." ucap Oden. "Maksudku..."
"Harus mau!!" ucap Shirohige.


Dan jumlah mereka terus bertambah. Suatu hari di dekat pelabuhan.. Shirohige bertemu seorang bocah.

"Kumohon!! Aku tidak punya tempat lain untuk pergi!!"
"Siapa nanamu, nak?"

"Teach!!"
"Yasudah, ayo naik ke kapal!!"

Marshal D Teach bergabung dengan kapal Shirohige.


Dari waktu ke waktu, orang-orang berdatangan ke kapal. Anak terlantar masuk satu demi satu. Tapi tak peduli seberapa jauh mereka berlayar, Oden masih merasa belum melihat cukup banyak. Ia masih tidak punya sedikit pun petunjuk mengenai cara untuk mengakhiri petualangannya itu.

"Kau lihat itu!? Ada sesuatu terbang di sana!!" Oden dengan penuh semangat berlari masuk ke dalam pulau asing.
"Kapten!! Oi!! Pertama-tama kita harus mengintai tempatnya dulu!!"

Sementara itu di Wano... Sebuah kejadian besar terjadi. Cukup besar sampai para Daimyou dari tiap desa dipanggil ke Ibukota Bunga. "Shogun sakit parah!!"

"Aku ingin... Oden menggantikanku sebagai Shogun berikutnya.."
"Tentu saja, Tuan Sukiyaki!!"


"Tapi karena Oden saat ini tidak berada di sini, dan jika waktuku sudah tiba, aku ingin menunjuk seorang pengganti sementara sampai Oden kembali. Aku akan menunjuk... Pria yang sudah dianggap oleh Oden sebagai adik kandungnya sendiri, Orochi Kurozumi.."

Shogun menunjuk Orochi.

"Orochi!? Kenapa dia ada di sini?" Yosuie kaget. "Dianggap sebagai adik sendiri?" ia tidak paham tapi tidak mengungkapkannya.

Sementara Orochi, dengan tegas ia berdiri di hadapan Shogun, "Aku menerima dengan senang hati kesempatan ini sekaligus untuk memperbaiki nama keluarga Kurozumi!! Aku akan merasa berhutang budi seumur hidup pada Tuan Sukiyaki dan Tuan Oden karena sudah memberiku kepercayaan ini!! Demi menebus kesalahan-kesalahan bodoh kakekku, aku akan berjuang semampuku untuk menyiapkan singasana yang layak untuk Tuan Oden kelak!!"


Orochi kemudian bersujud, "Aku bersumpah akan menjadi boneka yang setia sampai nanti Tuan Oden kembali, mohon bimbingannya!!"

Yasuie masih kaget, "Jadi kau ini keturunan Kurozumi, eh? kenapa selama ini menyembunyikannya.."

Ia tidak menyangka kalau anak yang dipungutnya adalah keturunan Kurozomi.
"Ah, iya, maafkan aku.." ucap Orochi sambil tersenyum.

"Maafkan aku.." ucapnya lagi dalam hati.

Sebelumnya di hari badai ketika tanah diguyur hujan, Orochi kecil gembel didatangi oleh seorang nenek-nenek tua berpakaian mengerikan. "Kauuuu...!!! Kauu... Kau akan menjadi Shogun!!" ucapnya, memberi sebuah ramalan. "Nikyokyokyokyo!!" lalu tertawa.

"Kau membuatku takut, nenek tua!! Jangan menakutiku begitu!!" ucap Orochi. "Dan lagipula, kau ini siapa!?"


Nenek berpenampilan menyeramkan itu berkata pada Orochi, "Apa kau tidak tahu cerita mengenai kakekmu!?"

"Tidak terlalu tahu, yang kutahu hanya dia melakukan harakiri.." ucap Orochi.
"Salah!! Kakekmu dibunuh oleh Keluarga Kozuki!!"

"Tapi... Dia memang melakukan kejahatan, kan!"

"Apanya yang jahat dari berusaha meraih kekuasaan!? Mereka yang berada di atas menulis hukum sesuai kemauan mereka. Kejahatan ditentukan seenaknya!! Shogun Kozuki yang sebelumnya, ia tak mampu memperoleh keturunan untuk menjadi pewarisnya.."

Nenek itu menceritakan kisah masa lalu.

"Lima keluarga Daimyou yang melayani Kozuki menjadi tidak tenang. Shimotsuki, Kurozumi, Uzuki, Amatsuki, Fugetsu. Mereka bertanya-tanya siapakah yang akan menjadi shogun berikutnya!! Dan masing-masing merasa pantas untuk menjadi pengganti Kakekmu membuat suatu persiapan. Diam-diam. Persiapan untuk meracuni daimyou-daimyou lain yang menghalangi jalannya!!"

"Satu per satu dari mereka berhasil disingkirkan, dan shogun menjadi semakin sakit. Rencana yang dibuat hampir berhasil!! Tapi sesaat sebelum dunia berhasil digenggam, anak itu lahir!! Seorang pewaris, Sukiyaki Kozuki!! terkutuklah Sukiyaki!! Dan tidak hanya tidak berhasil meraih tahta Wano, rencana ini juga ketahuan!! Kakekmu lalu dipaksa melakukan hara kiri, dan keluargamu dibubarkan!! Tanah, kastil, statusnya, semua dirampas!!"

"Tanpa memiliki apa-apa lagi, nama Kurozumi dicaci orang-orang, dan kalian jadi gelantungan di jalanan!! Jadi siapa yang pantas disalahkan atas nasib malangmu sekarang ini!?"

"Anak itu... Sukiyaki Kozuki!!" ucap Orochi. Kebencian mulai tumbuh dalam dirinya.

"Benar!! Kalau saja dia tidak terlahir, suatu hari kau akan bisa jadi Shogun!!"
"Aku..."

"Ya!! Maka terkutuklah Sukiyaki!!" ucap nenek itu.

"Nenek, apa kau seorang Kurozu-"
"Tidak penting aku siapa!! Aku telah ada di dunia ini selalu bertahun-tahun, menjalani perbudakan panjang dan menyakitkan.. Lihat wajahku!!"

Tiba-tiba wajah nenek itu berubah menjadi perempuan cantik, dan kemudian bahkan menjadi mirip dengan Orochi.

"Eeeh!?? Itu wajahku!!"


"Ini adalah kekuatan dari buah bernama Mane Mane no Mi. Kalau kau mendengar kata-kataku, aku akan memberimu kekuatan, sebuah kekuatan yang akan menjadikanmu seorang Shogun!!"

"Aku akan melakukan apa saja!!" ucap Orochi.

"Kumpulkan uang. Ciptakan senjata. Pengerajin-pengerajin Wano sangat hebat, kemampuan itu bisa menjadi pendukung yang bagus untukmu.."

Selanjutnya Orochi memulai rencana liciknya. Mulai dari mengunjungi Hakumai dan mendatangi Tuan Yasuie..

"Namaku Orochi. Semua keluargaku meninggal karena penyakit, dan.."
"Aku turut berduka cita, baiklah kau boleh bekerja di sini.."

Orochi pun bekerja di sana. Tapi kemudian, ia mendadak menghilang.
"Orochi menghilang!?"

"Iya, dan mungkin saja ini kebetulan, tapi... Uang dan harta di penyimpanan kita juga hilang!!"

Orochi selanjutnya pergi ke Kuri. Dan di sana pun ia berusaha mengumpulkan uang.

"Kau ini kan anak di kastilnya Yasu?" Oden berkata.
"Iya, namaku Orochi.. Aku tidak berani lagi meminta pada Yasuie, yang sudah terlalu banyak berjasa untukku, tapi... Aku perlu uang.."

"Baiklah, aku paham.." Oden pun meminjaminya uang.

Tak lama, Orochi meminta lagi.
"Kumohon, aku perlu uang!!"
"Lagi!?"

"Kumohon, aku perlu uang!!"
"Lagi!!!???"

"Aku pasti akan mengembalikannya nanti, tapi kumohon, aku perlu uang lagi.."

Denjirou lama-lama terlihat kesal pada Oden, "Tuan Oden!!"
Tapi Oden santai saja, "Dia janji kali ini akan menggantinya.."

Sudah punya cukup banyak uang dan mungkin pendukung-pendukung yang cukup, Orochi lalu pergi ke kastil ibukota.

"Oden? Kenapa kau tiba-tiba datang kemari? Kau bahkan datang tanpa membawa satupun ajudanmu.."

Oden datang hanya dengan membawa Orochi.
"Aku ingin kau menjaga anak ini!! Dia bisa bekerja dengan baik, dan bahkan bisa membuat obat-obatan. Aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri.."

Dan begitulah, Oden menitipkan Orochi pada ayahnya. Tapi bukan Oden asli, ternyata ia adalah si nenek yang menyamar menggunakan kekuatan buah iblisnya.

Dan seperti itulah, Orochi terus merangkak naik mengejar kekuasaan sampai akhirnya ia berhasil mencapainya. Shogun Sukiyaki wafat dan Orochi menggantikannya. Nenek itu bahkan sempat menyamar sebagai Shogun Sukiyaki, tertawa-tawa memperagakan kembali penunjukan Orochi sebagai pengganti.


Di tahun keempat pelayaran Oden...

"Ada apa ini!? Ikan-ikan di lautan tampak gusar!! Apa ini tanda-tanda datangnya bencana!?"
"Mereka bergerak menjauhi pulau itu, Shirohige!!" Oden menunjuk sebuah pulau.

"Begitu rupanya..."

"Apa di pulau itu ada semacam monster sampai ikan-ikannya takut?"
"Marco!! Coba kau lihat ke sana!!"

"Tidak mau, lebih seru kalau kita tidak tahu dan langsung ke sana!!" ucap Marco, dan kini sudah terlihat jelas menggunakan kekuatan phoenixnya.

Momonosuke juga menangis, begitu pula dengan adiknya yang sudah lahir, Hiyori.
"Sudah sudah, tenanglah Hiyori, Momonosuke.."

Di pulau itu, bahkan hewan-hewan liarnya pun berlari-lari seperti ketakutan.
"Eeh!?"

"Ini pasti bercanda!! Bahkan hewan-hewan liar ini pun berlarian!!"
"Ada apa sebenarnya di dalam pulau ini!?"

Di dalam pulau itu, sebuah pertarungan baru saja berakhir. Angkatan laut dibantai baru saja dibantai habis:

"Sana hubungi Garp atau Sengoku!! Kalian ini payah, membosankan.."

Kelompok Bajak Laut Gol D Roger.


Dari atas bukit, Buggy melapor. "Kapten!! Kapten Roger!! Kapal Shirohige berlabuh di pulau ini!!"

"Hah, padahal kita baru saja selesai bertarung.." ucap Reyleigh.
"Shirohige? Sudah lama tidak bertemu.." ucap Roger.

"Ehehe.." Shanks tertawa.

"Burung-burungnya, mereka beterbangan ke pantai.."

"Yosh baiklah!! Kalau begitu mari kita bersenang-senang!!" ucap Roger. "Pertarungan sampai mati!! Karena kita berdua sama-sama hidup!! Lagipula waktuku sudah tidak banyak lagi.. Ini mungkin akan jadi terakhir kali kita bertemu, Shirohige!!"

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments