Monday, December 9, 2019

thumbnail

Wawancara Perempuan Otaku Mantan Pemain Film Dewasa Jepang: Shibuya Kaho

Seorang youtuber berdarah Jepang-Australia yang dikenal dari channel The Anime Man memperoleh sebuah kesempatan spesial saat mengunjungi Anime Expo 2019, yaitu mewawancara, atau mungkin lebih tepat jika disebut sebagai berbincang-bincang dengan seorang perempuan mantan pemain film dewasa Jepang: Shibuya Kaho.


Berikut adalah ringkasan kurang lebih isi dari perbincangan tersebut.

Perbincangan dimulai dengan perkenalan diri yang ramah oleh Kaho, "Perkenalkan namaku Shibuya Kaho, kalian bisa memanggilku Kaho atau Shibuya, terserah yang mana saja. Aku memulai karirku sebagai Kaho Shibuya sejak 2014. Jadi kalau dihitung-hitung sudah sekitar... wow, lima tahun. Tidak terasa waktu berjalan cepat sekali."

Kaho dan pewawancara tertawa kecil menyadari bahwa perjalanan karir Kaho sudah dimulai cukup lama.

"Karir pertamaku dimulai sebagai pemeran JAV (Japanese Adult Videos), yang mana agak berbeda dengan film dewasa Barat... Kita boleh ngobrolin yang begini di sini?"

"Oh iya iya tidak apa, silakan" si pewawancara tertawa.

"Kemudian aku pensiun tahun lalu, dan mulai melakukan cosplay.. Yah, melakukan hal-hal yang aku senangi."

Shibuya Kaho saat ini memang terkenal sebagai cosplay. Terutama cosplay-cosplay karakter anime-game berukuran besar.


"Belakangan ini aku juga sibuk menulis... Aku suka menulis. Bahkan sebelum berkarir di industri ini, aku bekerja di Tokyo Sport, sebuah koran olah raga."

"Jadi karena itu kamu suka menulis.. Yah, menarik. Ngomong-ngomong aku pernah menonton film-film dewasamu.. Yang mana jadi agak awkward kalau aku katakan sekarang di sini langsung di depanmu.."

"Haha iya, terima kasih sudah menonton"

"Berhubung kamu adalah bintang film dewasa pertama yang pernah aku ajak berbincang-bincang, ada banyak hal yang ingin sekali aku tanyakan. Pertama-tama misal dari yang tadi, tadi kamu bilang kalau kamu sebelumnya kerja di perusahaan koran, kan? Bagaimana bisa dari perusahaan koran lalu pindah ke industri ini?"

"Umm.. Bagaimana ya, mungkin karena sebelumnya selalu menulis berita, lama-lama aku ingin jadi yang ditulis di dalam berita. Hehe. Sebelumnya aku sering meliput pertandingan baseball. Dan aku harus menunggu lama. Menunggu pertandingannya selesai, menunggu para pemainnya keluar untuk diwawancarai, menunggu dan terus menunggu. Terlalu banyak menunggu. Jadi yah, aku ingin memperoleh sesuatu yang lebih dalam hidupku.."

"Hoo, jadi dari menunggu pertandingan baseball lalu memilih pekerjaan seperti ini? Hahaha"

"Haha iyah begitulah. Saat pertama kali kehilangan keperawananku, aku termasuk yang cukup telat. Aku pertama kali melihat anu laki-laki saat berumur 18 tahun, dan hanya bermain-main saja dengannya, belum berani memasukannya langsung karena kudengar rasanya sakit. Sampai akhirnya lima tahun kemudian... Yah, aku melakukannya. Dan aku ingin mengejar ketertinggalanku."

Kaho tertawa. Intinya karena ia baru melakukan hubungan pertama kali di usia 23, di mana hal itu terbilang sangat lambat di Jepang. Ia ingin mengejar pengalaman teman-teman seusianya yang sudah melakukannya lebih dulu dengan masuk ke industri dewasa.

"Aku sekolah di sekolah khusus perempuan.."
"Oh, pantas saja, sekarang jadi masuk akal haha"

"Iya, dan aku tumbuh besar di Tokyo. Kalau misal tinggal di pedesaan atau pinggiran kota, kurasa mungkin keperawananku akan hilang lebih cepat. Karena kamu paham sendiri kan... Tidak banyak hiburan lain di sana hehe. Dan harga kamar kos-kosan juga lebih murah.."

"Haha iya benar sekali"


Selanjutnya pewawancara bertanyai mengenai bagaimana sistem kerja di industri film dewasa. "Aku masih tidak terlalu paham mengenai bagaimana cara kerja industri film dewasa, apakah sama dengan perusahaan-perusahaan biasa? misal mulai dari paling bawah dulu, lalu lama-lama naik jabatan? Dapat bayaran makin lama makin banyak?"

"Kalau di industri ini malah kebalikannya," Kaho menjawab sambil tertawa kecil. "Bayaran paling besar kurasa justru saat pertama kali melakukan debut. Entah kenapa, aku merasa kalau orang-orang menyukai kepolosan... Kamu paham kan maksudku bagaimana."

"Yah yah, kurasa aku paham.."

"Iya, di industri film dewasa seperti itu. Bahkan walaupun pemerannya sudah bukan gadis lagi, mereka berpura-pura memperkenalkannya sebagai gadis perawan. Dan hal seperti itu sangat sering terjadi."

"Jadi yang paling mahal adalah bayaran pertama?"
"Untuk satu video, iya."

"Jadi makin lama bayarannya makin sedikit?"

"Yah, tapi tidak begitu juga." Kaho menjawab, lalu menjelaskan, "Bayaran pemain film dewasa tidak hanya didapat per video. Di Jepang, ada sistem di mana saat kamu bekerja di satu rumah produksi film, kamu bisa dikontrak dan tidak boleh lagi menjadi pemeran di rumah produksi lain. Sama saja seperti kalau kamu seorang mangaka Shonen Jump, kamu tidak boleh mengirim manga karyamu ke penerbit lain."

"Dengan kontrak kamu bisa mendapat bayaran yang lebih mahal, dan memiliki jaminan untuk memperoleh pekerjaan jangka panjang. Tapi kalau freelance, tanpa kontrak, mencari bayaran per video, tentu bayarannya akan lebih sedikit. Tapi kamu bisa bebas untuk bekerja di rumah produksi mana pun. Kalau beruntung bisa mendapat 10-15 pekerjaan tiap bulan. Tapi yah, kurasa aku tidak membahas bayaran terlalu detail di sini hehe"

"Haha iya aku paham. Tidak apa, tidak apa. Tapi aku jadi ingin tahu. Saat berada di puncak karirmu, berapa banyak video yang biasanya kamu kerjakan dalam sebulan?"

"Umm.. Kurasa sekitar lima belas..."

"Tiap bulan?"
"Yah"

"Jadi sekitar dua hari sekali?"
"Iyah"

"Wow"
"Membayangkannya saja pasti rasanya melelahkan sekali kan.."

"Ya iyalah, kurasa pasangan yang secara seksual aktif pun tidak melakukannya sesering itu hahaha" si pewawancara kaget.

"Yah, dan kurasa itu yang membuatku tidak melakukannya lebih lama lagi."
"Tentu, melakukannya selama lima tahun pasti sangat melelahkan"
"Bahkan tidak sampai lima tahun kan, aku pensiun tahun lalu."

"Oh iya sekitar tiga setengah tahun ya. Tapi dalam kurun waktu itu saja, kamu sudah sangat terkenal kan. Ini saja sekarang aku bisa bertemu denganmu karena popularitasmu.. Oke pertanyaan berikutnya, apakah sebelum masuk ke industri film dewasa, kamu sudah menjadi otaku? Menyukai anime?"

"Oh, iya, tentu, namun aku sebenarnya lebih menyukai manga. Tapi tergantung juga, seberapa orisinil anime itu. Sebagian besar anime diadaptasi dari manga, kan? Mungkin sekitar 80%. Kalau memang begitu, biasanya aku akan lebih memilih untuk membaca manganya.."

"Bagaimana kalau ada anime, lalu dibuat versi manganya, apa kamu juga akan memilih untuk baca manganya? Seperti contoh misal Evangelion.."

"Ah.. Aku baca versi manga Evangelion, tapi aku tidak terlalu menyukainya hahaha."
"Haha iya, aku juga begitu. Aku baca manganya, tapi memang tidak sebagus animenya."

"Nah iya, kan? Lalu misal anime seperti.. That Time I Got Reincarnated as a Slime, aku tidak membaca manganya. Hehe. Lalu semakin aku tumbuh dewasa, karena sejak SD aku sekolah di sekolah khusus perempuan, teman-teman perempuanku mulai membaca doujin.. Dan aaku ikut-ikutan, mulai membaca manga yaoi. Dan aku seperti memperoleh sebuah pengalaman baru hahaha,"

"Haha jadi kamu mempelajari bentuk tubuh laki-laki dari yaoi?"

"Yah bisa dibilang begitu. Dan entah kenapa aku merasa itu mesum sekali hahaha, maksudku.. Dibanding semua yang pernah kubaca selama ini."

"Iya memang hahaha," ucap pewawancara. "Maksudku, bahkan setelah aku melihat banyak hentai, doujin-doujin normal, saat melihat yaoi rasanya memang agak.. Astaga.."

"Nah iya kan? Rasanya begitu emosional dan seksual di saat yang bersamaan.."

"Iya, dan kurasa tidak harus suka genre seperti itu untuk bisa mengapresiasinya. Aku saja pria normal, suka perempuan, tapi kadang kalau baca yaoi aku merasa... well... bagus juga.. hahaha. Jadi, kamu lebih suka manga-manga yaoi atau shonen normal? Aku tahu kamu suka manga-manga shonen kan"

"Ya, benar sekali. Kalau manga yaoi, kurasa itu cuma untuk memenuhi hasrat seksualku saja hahaha. Mungkin ibaratnya kalau orang-orang mencari film dewasa, aku mencari manga yaoi. Dan aku tetap membaca hentai normal juga. Lalu... Kamu tahu TL?"

TL: Teen Love, komik-komik cinta remaja, biasanya untuk perempuan.

"Kalau manga-manga cinta remaja, ceritanya emosional, tapi tidak ada bagian itu nya. Paham kan? Hehe. Sementara kalau hentai, kebanyakan bagian itunya, tapi bagian emosionalnya kurang. Jadi kurasa yaoi berada di tengah-tengah dan paling pas."

Si pewawancara tertawa.

"Dan mereka, pria-pria ini tidak punya payudara kan, jadi aku tidak bisa membayangkan aku jadi mereka haha. Jadi anggap saja aku seperti berada di tembok, atau menyelinap diam-diam, menonton mereka melakukan itu... Yang mana kedengarannya aneh, tapi yah, begitulah"

Si pewawancara makin tertawa.

"Aku menikmatinya," ucap Kaho. "Dan aku tidak terlalu suka membaca parody, jadi yang kubaca yaoi-yaoi orisinil. Tapi pertama kali aku membaca yaoi, yang kubaca adalah parody Slam Dunk hahaha. Kadang aku membaca parody juga, tapi biasanya kalau karakter utamanya lemah, seperti misal... My Hero Academia, hahaha.."

"Haha iya, aku baru saja memikirkan itu," ucap si pewawancara. Pemilik channel youtube The Anime Man ini memang terkenal sangat menyukai My Hero Academia.

"Atau misal Naruto," lanjut Kaho. "Aku tahu lama-lama dia memang menjadi kuat, tapi di awal-awal kan Naruto itu lemah."

"Oke, kembali lagi soal bahasan industri film dewasa. Siapa saja aktris-aktrin film dewasa yang pernah berteman denganmu? Atau mungkin malah sampai sekarang masih menjadi teman?"

"Oh, kalau soal itu... Aku dekat dengan semasa otaku juga, Takai Ami dan Sakura Kizuna.. Sekarang juga mereka sudah sama-sama pensiun, jadi kami punya banyak waktu untuk keluar bersama. Tapi kalau mereka sukanya anime-anime untuk perempuan, seperti misal Uta no Prince-sama"

"Bisa dibilang fujoshi-fujoshi begitu lah ya?"

"Nah iya iya. Mereka juga sering mendatangi konser AR, permainan-permainan sosial media.."

"Ah.. jadi selama ada hubungannya dengan franchise-nya, mereka pasti ikut ya.."
"Iya, nonton konser, menggoyang-goyangkan stick, hahaha, semacam itu"

"Haha, aku bisa membayangkannya. Tapi jujur aku sendiri belum pernah menonton konser-konser idol seperti itu hahaha.."

Selanjutnya The Anime Man mengakhiri sesi bincang-bincangnya dan lanjut ke sesi tanya jawab dari fans. Sebelumnya, ia telah bertanya pada para followernya di twitter pertanyaan-pertanyaan apa saja yang ingin ditanyakan pada Kaho? Kemudian Kaho akan memilih pertanyaan-pertanyaan terbaik dan menjawabnya.

QnA Perempuan Otaku Mantan Pemain Film Dewasa Jepang: Shibuya Kaho

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments