Monday, January 27, 2020

thumbnail

Detail-Detail Kecil Yang Mungkin Kamu Lewatkan di One Piece 969

Flashback berlanjut dengan twist yang tragis. Empat tahun berlalu, Oden yang harusnya menjadi harapan masyarakat justru menjadi bahan olokan. Entah apa yang sebenarnya terjadi, di sini kita tidak akan membahas hal itu.

Di sini kita akan membahas detail-detail kecil yang mungkin saja kamu lewatkan pada One Piece Chapter 969 ini.

Tapi sebelum itu, jangan lupa untuk follow Twitter @YonkouTerkuat untuk mendapat berbagai update dan twit-twit random seputar One Piece dan Anime/Manga lainnya.


1. Si Kakek Buta
Kakek pemain biwa yang pertama kali muncul di One Piece 965 ini selalu terlihat menutup mata karena sepertinya dia memang buta. Namanya adalah Kurozumi Semimaru, dan Semimaru adalah tokoh asli Jepang, pemusik buta terkenal yang hidup di awal Periode Heian (794-1185)

Detail ini cukup penting karena bisa jadi ini merupakan petunjuk untuk mengukur kekuatannya. Dengan ia mampu bertarung dalam kondisi buta, besar kemungkinan kalau ia setidaknya menguasai Kenbunshoku alias haki pengamatan.

Tidak heran kalau Oden yang memiliki Haoshoku tetap kerepotan saat menghadapi kemampuannya.

Penamaan dua karakter tua, si kakek Semimaru dan si nenek Higurashi juga cukup menarik. Pada nama Semimaru (蝉丸) kanji pertamanya yaitu Semi (蝉) berarti serangga cicada (semacam kumbang), sementara Higurashi adalah nama salah satu jenis cicada.

2. Warga yang Dipanah
Pada sinopsis dijelaskan bahwa dua warga terkena panah beracun sampai jatuh sakit dan buta. Tapi jika diperhatikan, hal itu tidak hanya dijelaskan lewat sinopsis tapi bisa juga dilihat kejadiannya di background.


Ada banyak teori yang bermunculan dari satu scene panah beracun ini. Salah satunya ada yang memprediksi bahwa Oden bukan hanya dibunuh dengan cara direbus menggunakan air biasa, tapi dengan menggunakan cairan beracun.

3. Celana Dalam Oden Ganti-Ganti
Oden mempermalukan dirinya dengan menari telanjang di jalanan kota. Tentu tidak full telanjang, ia masih mengenakan celana dalam tradisional Jepang yang dikenal dengan istilah sarashi fundoshi.


Yang cukup menarik adalah... celana dalam yang dipakai Oden mengandung tulisan yang selalu berganti-ganti di tiap kemunculannya. Tulisan pada gambar di atas dibaca "Teba-moto" yang berarti sayap ayam.

Tulisan-tulisan di celana dalam itu kalau diartikan memang merupakan nama-nama makanan yang biasa ditambahkan pada sop oden. Mulai dari konyaku, kombu, telur, sampai daikon (lobak putih).


4. Tarian Tonoyasu
Masih seputar tarian Oden, gerakannya mungkin adalah referensi dari tarian yang sudah diperagakan sebelumnya di One Piece Chapter 929 oleh Shimotsuki Yasuie, mantan daimyou Hakumai yang kemudian dikenal dengan nama Tonoyasu.


Sungguh tragis bagaimana kedua pemimpin ini rela mengorbankan harga diri dan bahkan nyawanya. Mungkin Oden juga yang menjadi inspirasi bagi Yasuie untuk bisa berkorban seperti itu.

5. Nenek Higurashi di Samping Orochi
Meskipun tidak banyak, masih ada beberapa orang yang mengira kalau Oden yang menari-nari telanjang di awal adalah Nenek Higurashi yang menyamar. Tapi ini sangat tidak mungkin, kita bisa melihat si nenek ikut bersama Orochi saat mereka tertawa-tawa menonton Oden.


Dan si kakek juga ikut menertawai aksi Oden, meskipun tetap dalam kondisi mata tertutup.

6. Waktu Sampai Oden Menari
Masih dari panel saat Oden mulai menari telanjang, ada satu detail kecil yang kerap kali terlewat pada pembahasan-pembahasan mengenai alasan kenapa Oden menari. Pada terjemahan resminya, narasi awalnya adalah sebagai berikut:


"But within just a few hours"

Hanya dalam waktu beberapa jam. Beberapa Jam. Hal ini mengindikasikan bahwa apa pun yang dibahas oleh Oden dan Orochi di kastil itu, pembahasannya berlangsung cukup lama. Jika memang ternyata Oden mau menjatuhkan harga dirinya seperti ini, bisa jadi alasannya banyak, bukan hanya satu. Ada banyak hal yang ia pikirkan, banyak hal yang mereka bicarakan.

Tapi entahlah, kita tunggu saja sampai nanti hal ini terungkap.

Shinobu, kunoichi yang mengintip pembicaraan itu jadi saksi kunci dan harapan kita untuk mengungkap apa yang sebenarnya Oden dan Orochi bicarakan.


7. Tangis Tawa Oden
Tangis dan tawa Oden saat membaca kabar kematian Roger dari surat kabar yang diberi Orochi tidak bisa terbentung. Ia tertawa kencang, menangis dengan keras, tertawa dan menangis di waktu bersamaan. Mirip seperti apa yang dirasakan juga oleh Rayleigh dulu, yang sempat ia ceritakan pada Luffy dkk saat berada di Kepulauan Sabaody di One Piece Chapter 506.

Jadi itu memang sesuatu yang normal bagi para kru Roger, bukan efek dari smile atau semacamnya. Apalagi saat itu produksi smile belum dilakukan. Tapi bisa jadi, apa yang terjadi pada Oden inilah yang menjadi inspirasi bagi Orochi untuk membuat smile.

8. Bekas Luka Kaidou
Bekas luka kerap menjadi sesuatu yang ramai diperbincangkan di antara fans One Piece karena ini bisa jadi merupakan petunjuk kronologis suatu kejadian. Sebelumnya di One Piece Chapter 920, ada flashback yang memperlihatkan tubuh Kaidou muda, dan kali ini ada lagi panel yang memperlihatkan hal tersebut, dan bagian dada kirinya semakin jelas.


Semakin jelas kalau waktu itu Kaidou belum memiliki bekas luka menyilang ikonik di dada kirinya. Akan sangat epic sepertinya jika ternyata yang nanti memberikan bekas luka itu adalah Oden, dengan kedua pedangnya.

Meskipun kita sudah tahu kalau pada akhirnya Oden mati, tapi hype untuk melihat pertarungan yang disebut-sebut sebagai momen legendaris ini masih sangat membara.

Di sini juga kita bisa melihat siluet anak buah Kaidou, King dan Queen.

9. Bekas Luka Moria
Masih di panel yang sama, kita juga bisa melihat dengan jelas bagian leher dan dada Moria yang juga masih bersih tanpa bekas luka jahitan ikonik yang saat ini ada padanya. Kalau yang di jidat, garis itu memang sudah ada sejak dia kecil. Oda sempat menggambar Moria kecil di SBS.

10. Senjata Moria
Masih di satu panel yang sama, ada lagi detail yang mungkin saja kalian lewatkan. Moria membawa pedang!!

Selama ini kita tahu kalau Moria adalah pertarung yang mengandalkan kemampuan bayangannya, bukan senjata. Entah mungkin mumpung sedang berada di negeri samurai, makanya ia membawa pedang (sama seperti Luffy yang membawa-bawa nidai kitetsu meski tidak ia gunakan untuk bertarung) dan kalau dilihat dari motifnya, sepertinya itu bukan Shusui yang juga dicuri dari makam Ryuuma.

Terakhir, dua kelelawar bayangan di sampingnya mengindikasikan kalau ia sudah memakan buah iblis. Dan harusnya memang begitu, untuk apa juga ia mencuri jenazah kalau tidak punya kemampuan untuk membangkitkannya.


11. Fukurokuju dan Hanzo
Selain duo kakek nenek Kurozumi, perginya Orochi ke Kuri juga ditemani oleh dua Oniwabanshu. Dilihat dari penampilannya, sepertinya itu Fukurokuju, pria botak yang saat ini menjadi kapten Oniwabanshu. Berbeda dengan saat memergoki Robin, di sini ia terlihat membawa pedang.

Di belakangnya ada Hanzo, ninja yang waktu itu sempat memergoki Shinobu dan Nami di atap. Berbeda dengan shinobu yang baru melebar ketika ia menua, Hanzo sudah lebar dari dulu.

Menarik melihat dua anggota squad ninja yang biasa melindungi shogun dari tempat-tempat tersembunyi, bejalan begitu saja di jalanan utama. Dan bisa jadi juga, satu anggota kelihatan, sembilan sisanya melindungi dari balik bayangan.

12. Ekspresi Denjirou
Dari kesembilan ajudan Oden yang kemudian dikenal dengan sebutan Akazaya Nine, Denjirou satu-satunya yang tampak tersenyum.


Entah ini penting atau tidak, setidaknya kita bisa sedikit menebak karakteristiknya, bagaimana ia mampu tetap tenang dan tersenyum di situasi seperti ini. Berbanding terbalik, Kiku terlihat paling gugup.

Sunday, January 26, 2020

thumbnail

Perbedaan One Piece Episode 919 dan Versi Manga


One Piece Episode 919 diadaptasi penuh dari satu chapter yaitu One Piece Chapter 926. Di sini kita akan membahas perbedaan dari dua versi tersebut.

Tapi sebelum itu, jangan lupa untuk follow Twitter @YonkouTerkuat untuk mendapat berbagai update dan twit-twit random seputar One Piece dan Anime/Manga lainnya.

Perbedaan pertama bisa dilihat dari bagian ketika Nami dan Shinobu menyusup untuk mengintai dua pejabat Wano. Di versi anime, bagian mereka yang ketahuan sampai akhirnya bisa kabur ditambahkan beberapa bagian tambahan, sementara bagian percakapan dua penjabat jauh dipersingkat.

Di versi anime, hanya terdengar satu kalimat, "Ini surat permintaan senjatanya.."

Lalu mereka memergoki Nami yang mengintip dari langit-langit.

Sementara di versi manga, panel percakapan dua pejabat ini cukup panjang.

Dimulai dari dilihatkannya bagian luar ruangan yang berisi kolam ikan (Kasihan ikan-ikan ini tidak dibuatkan versi animenya)


Kemudian dua pejabat memberi perintah pada anak buahnya, "Jangan sampai ada seorang pun masuk ke ruangan ini!"

"Bahkan geisha pun kami tidak butuh!!"

"Baik tuan!!"

Adegan ini benar-benar dihapus di versi anime. Begitu pula dengan percakapan yang terjadi di dalam ruangan itu. Di versi manga jauh lebih panjang, bukan hanya satu kalimat. Selengkapnya:

Pejabat A: "Ini surat permintaan senjatanya.."
Pejabat B: "Wah wah kau parah juga ya!! Aa-aa-aa!!"

Pejabat A: "Eh? Benarkah?"
Pejabat B: "Whoaa!! Banyak sekali!! Apa mereka mau mengadakan perang atau semacamnya!?"

Pejabat A: "Aku tak terlalu tahu mengenai apa yang terjadi di luar perbatasan negeri kita, jadi... Kita buat saja sesuai yang disuruh."

Pejabat B: "Wah wah kau parah juga ya!! Aa-aa-aa!!"

Barulah selanjutnya mereka melihat Nami mengintip dari langit-langit. Percakapan yang cukup penting tadi benar-benar dihapus di versi anime.

Pada adegan-adegan tambahan saat Nami dan Shinobu berusaha kabur, kita akhirnya bisa melihat kolam di luar ruangan, tepatnya ketika para penjaga mencari-cari keberadaan dua penyusup itu. Tapi minim sekali, ikan-ikan dan pancuran bambunya tetap tidak bisa kita lihat.


Sedikit perbedaan kecil lagi, Shinobu menceritakan pada Nami mengenai ketakutannya pada senjata tajam saat masih berada di atap bangunan, lalu akhirnya terbang menggunakan teknik layang-layang ninja.

Di versi manga, Shinobu membawa Nami terbang menggunakan teknik layang-layang ninja terlebih dahulu, baru kemudian menceritakan mengenai ketakutannya pada senjata tajam, ketika mereka berada di udara.

Scene beralih ke kedai Soba Sanji.

Tiga preman dari Keluarga Kyoshiro langsung diperlihatkan mengintai Sanji, berbeda dengan versi manga yang mana kita hanya diperlihatkan siluet.. Yang membuat para fans bertanya-tanya dan menebak-nebak selama satu minggu penuh.


Beralih ke scene penjara Udon, seperti biasa kita diperlihatkan adegan-adegan tambahan. Mulai dari penyiksaan para tahanan, Luffy dan Kid yang menerobos tawanan lain sambil mengangkut blok-blok raksasa hingga membuat mereka terlempar.. yang mana di versi manga tidak seberlebihan itu.

Ada pula adegan tambahan di mana saking banyaknya tiket makanan yang didapat oleh Luffy dan Kid, tiket-tiketnya sampai beterbangan terbuang.

Kita juga bisa melihat proses penyerapan makanan dari Luffy dan Kid, yang mana membuat mereka mampu dari ukuran jumbo kembali ke wujud semula hanya dalam sekejap.

Terakhir, di versi anime kita juga melihat bagaimana Dobon si wakil sipir penjara terhajar sampai mimisan dan pingsan di udara.


Friday, January 24, 2020

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 969 Bahasa Indonesia

"Aaaaaaa..!!!"

Orochi menjerit, wanita-wanita di sekelilingnya berlarian ketika Oden semakin dekat dan bersiap untuk menebad dengan dua pedangnya.

"Tunggu...!! Tunggu dulu, Oden..!!"


Orochi berusaha menahannya tapi percuma saja. Jangankan dia, sebelumnya Toki pun sempat berusaha menahan Oden. Mengingatkannya kalau dia marah dan gegabah seperti ini, maka musuh akan menyerang balik...

Oden tidak peduli.

"Orochi...!!!"
"Aaaaa....!!!"

Blasssstttt!!!!! Oden melesatkan tebasan.

Perabotan-perabotan di sebelah ruangan sampai terpecah-pecah oleh serangan itu, namun anehnya itu tidak melukai Orochi sama sekali. "Eh!?"

...

Follow Twitter @YonkouTerkuat untuk mendapat berbagai update dan twit-twit random seputar One Piece dan Anime/Manga lainnya.

...

Kakek itu... Kakek pemain musik yang waktu itu ikut bersama si nenek misterius ternyata bukan hanya seorang pemusik biasa. Ia menyilangkan kedua jarinya, dan seketika sebuah barrier melindungi sekitar tubuh Orochi dari serangan.


Orochi bisa sedikit bernapas lega..

"Apa ini!?"

Oden menebas-nebas kembali barrier itu namun tetap tidak ada efeknya.
"Gyaaa...!!" Orochi di balik barrier masih tampak ketakutan.

"Kaca!? Bukan!! Keluar kau Orochi!!" Oden terus menebas-nebas namun perlindungan dari kemampuan buah iblis itu tetap tidak tergores.

Orochi masih tampak ketakutan.

"Tidak perlu takut, Tuan Orochi, percayalah pada kemampuan buah Bari Bari ini.." ucap kakek pengguna kemampuan buah iblis itu, Kurozumi Semimaru. "Barrier ini bisa menghalangi siapapun untuk menembusnya. Dengan ini kekuatanmu tidak ada artinya, Oden!!"


"Nikyokyokyo!! Setelah menjadi bajak laut, kau pasti sudah tidak asing lagi dengan kemampuan-kemampuan khusus yang berasal dari buah iblis seperti ini..." ucap si nenek pemakan buah Mane Mane yang juga berada di belakang Orochi, Kurozumi Higurashi.

Semoga cara baca nama ini tidak salah, untuk versi resminya tunggu saja terbitan MangaPlus hari Senin nanti.

"Orang-orang seperti itu ada juga di sini!?"
"Ya, dan di sini kami menyebut mereka sebagai tukang sihir!!"

"Hahaha.. Oden!!" Orochi meski masih tampak takut namun sudah mulai bisa tertawa. "Apa kau pikir semua masalah bisa kau selesaikan hanya dengan amarah dan kekuatan!? kau tak akan bisa membunuhku!!"

Sementara itu di luar kastil, orang-orang bersorak-sorai atas kedatangan Oden.


"Apa kau melihatnya tadi!? Oden masuk menerobos kastil!!"
"Penerus yang sah dari Keluarga Kozuki telah kembali!!"

"Shogun yang sekarang akan diganti!!"
"Aku yakin selanjutnya Kaidou juga akan diusir!! Hajar Orochi!!"

"Oden!!"
"Oden!!"

Tapi di dalam kastil situasinya tidak semudah itu.

Oden yang semula hanya mengamuk menebas-nebas kini mulai bisa lebih tenang. "Ayahku memberimu posisi sebagai shogun pengganti sampai aku kembali... Karena itu cepat serahkan kembali posisi shogun padaku!!"

"Aku tak pernah berminat untuk menjadi shogun," ucap Oden, "Tapi akan kulakukan jika itu demi kehidupan yang lebih baik untuk para rakyat Wano!!"

"Tidak tidak tidak... Sayang sekali..." ucap Orochi.
"Klaim shogun mu itu sekarang sudah tidak berarti.."


"Nikyokyokyo..." si nenek di belakang Orochi tertawa.

Ia kemudian berubah menjadi Shogun Sukiyaki, ayah Oden.
"Wah wah, ahirnya kau kembali juga, Oden.." ucapnya menirukan ayah Oden.

"Eh!? Ayah!? Kau masih hidup...!?"

"Nikyokyokyo!!" si nenek kembali berubah ke wujudnya semula dan tertawa-tawa.

"Para daimyou yang bodoh itu percaya saja berkat kemampuan mengubah wujud ini!!" ucap Orochi. "Wahahaha!! Pada akhirnya sekarang mereka sudah secara resmi memberikan posisi shogun padaku!! Jadi tidak ada lagi alasan bagiku untuk memberikan posisi ini padamu..."

"Apa saja yang sudah kau lakukan pada ayahku!?" Oden membentak masih dari luar barrier, "Apa kau yang membunuhnya!?"

Orochi diam saja dengan ekspresi liciknya.


Pembicaraan selanjutnya terjadi di antara mereka, dan diam-diam Shinobu muda mengintip percakapan tersebut dari balik langit-langit ruangan.

Di luar, situasi juga mulai berubah parah. Ketika orang-orang berkumpul dan meneriakan nama Oden, salah satu dari mereka terkena tembakan panah beracun.

"Seseorang terkena panah!!"
"Panggilkan dokter!!"


Orang-orang yang berkumpul dan heboh atas kembalinya Oden pada akhirnya harus menjadi korban. Dua penduduk terkena panah beracun dan mengalami demam hebat.

Para penduduk yang ketakutan bersembunyi di balik rumah mereka.

Naga raksasa terlihat terbang di langit berawan yang ada di atas kastil ibu kota.


Pria yang membangun keluarganya sendiri dan menjadi Daimyou Kuri...

Pria yang menjelajahi lautan bahu membahu dengan bajak laut terhebat di dunia...

Pria yang telah kembali berkali-kali lebih kuat...

Oden yang tak terkalahkan!! Di kampung halamannya sendiri yang tengah menderita oleh kekuasaan yang kejam...

Pria yang seharusnya menjadi penyelamat bagi orang-orangnya...

Kozuki Oden


Beberapa jam kemudian ia menari telanjang di depan kastil Shogun Orochi
Orochi dan anak buah Kaidou tertawa-tawa

Kembalinya sang penerus sah shogun Wano, Kozuki Oden
Pada akhirnya orang-orang mulai kecewa... Bahkan marah

Si bodoh dari Kuri, Kozuki Oden
Sebuah lagu bahkan dibuat untuk meledek si bodoh ini


Oden muncul ke kota sekali seminggu
Menari-nari di depan kastil, mendapat bayaran kecil

Di hari berangin
Di hari hujan
Di hari bersalju

Narasi yang menggambarkan betapa Oden mengorbankan harga dirinya berakhir. Selanjutnya di kastil Kuri, tampak para ajudannya memohon untuk ia tidak semakin menjatuhkan harga dirinya. Kinemon dan yang lainnya bersujud, "Kami mohon, Tuan Oden!!"


Oden yang sudah terlihat seperti bapak-bapak yang tidak mengurusi dirinya sendiri hanya berkata, "Menari telanjang tiap minggu adalah pekerjaanku.."

"Tolong beritahu kami yang sesungguhnya!!" ucap Kiku.
"Apa yang Anda bicarakan dengan Orochi!? Kenapa Anda melakukan semua ini!?"
"Kami tak tahu lagi harus bicara apa pada warga Kuri yang tetap percaya sampai akhir!!"

Bahkan di daerahnya sendiri, Kuri, Oden sudah mulai dibenci warganya. Anak-anak menimpukinya dengan batu tiap kali Oden lewat di jalan.

Seorang ibu menghampiri anaknya yang melempar batu ke Oden dan berkata, "Jangan berbuat kasar begitu pada anjing"

...

Suatu hari Oden berlari ke pantai...
menangis sekencang-kencangnya, tertawa sekencang-kencangnya, lalu menangis lagi...

Menangis dan tertawa lagi...
Air mata membasahi muka tersenyumnya...

Sebuah koran dari dunia luar akhirnya sampai di pesisir Wano..
Oden menangis sambil tertawa saat membacanya...


Dunia dibuat gempar oleh eksekusi mati sang Raja Bajak laut, serta harta berlimpah yang ia tinggalkan untuk ditemukan... One Piece

Orang-orang beramai-ramai pergi ke laut...
Era Besar Bajak Laut dimulai

"Roger!!" ucap Oden, "Kau memang hebat!! Hidupmu sungguh luar biasa!! Tidak seperti Kuri!!"

...

Dua tahun setelah kembalinya Oden,
Pertempuran antara Kelompok Bajak laut Gekko Moriah dan Kaidou pecah

Di waktu yang bersamaan, makam Toshin Ryuma dicuri

Dan di waktu yang bersamaan pula, si bodoh Oden masih menari-nari telanjang


Namun meski begitu, Oden masih tetap memiliki keluarganya. Hiyori dan Momonosuke tetap terlihat sayang padanya. Suatu hari Oden pernah bertanya pada Toki, "Apa kau mau menceraikanku?"

"Hah? Apa kau bercanda?" Toki hanya tersenyum saja, lama-lama ia sudah terbiasa dengan semua itu dan tetap mencintai Oden.

Tidak hanya keluarga, Oden juga masih punya para ajudannya...

Juga rekan-rekan lain... Salah satunya Yasuie.
"Menjadi bodoh terkadang bagus.." ucap daimyou Hakumai itu.

Masih ada juga si boss yakuza yang mendukungnya, Hyogoro...

Seorang pria menahan Oden saat ia ingin bertemu Hyogoro, "Mau ada urusan apa kau dekat-dekat dengan boss Hyogoro.."

Plakkk!!! Seorang wanita menggeplaknya dari belakang.
"Bodoh, cepat suruh dia masuk... Oden-chan, Hyogoro-sana ada di dalam, ayo masuk kita minum teh"

Di dalam ruangan, mereka pun minum-minum teh sambil mengobrol.

"Orochi benar-benar keras kepala," ucap Hyogoro. "Apa menurutmu aku juga perlu turun begitu?"

"Jangan memaksakan diri.." ucap Oden.

"Oden-chan, aku juga jago menari loh"
"Hei hei jangan lakukan itu, Nyonya"


Tiga tahun setelah Oden kembali...
Empat tahun setelah Oden kembali...

Oden masih tetap menari telanjang tiap minggunya. Tidak ada yang berubah di negeri Wano.

Di tahun kelima...
Kuri...

Arak-arakan Orochi sedang lewat di jalanan kota, di antar oleh dua kuda yang terlihat gagah. Di sekitarnya tampak bersiaga beberapa pengawal. Termasuk duo kakek dan nenek Kurozumi.

"Shogun Orochi!!"


Seseorang berlutut di tengah jalan saat ia lewat. Orochi turun dari kereta kuda dan menghampirinya. Yang berlutut itu ternyata adalah Oden. Orochi kaget.

"Mengenai pabrik-pabrik senjatanya," ucap Oden, "Lalu kapalnya... dan Kaidou..."

Orochi seolah tak tahu menahu dan berkata, "Bicara apa kau?"
"!!!!" Oden terlihat syok.

"Aku akan menjadikan Wanokuni sebagai produsen senjata terbesar!!!!" ucap Orochi.

Oden semakin kaget. Dan perkataan Orochi setelahnya semakin membuat hatinya hancur.
"Dan ah... soal Hyogoro, dia membuatku khawatir, jadi aku menyerahkannya pada Kaidou!!"

"!!!"

Hyogoro ditangkap, istri dan 16 anaknya dibunuh. Seluruh keluarganya dihabisi.


Oden, seorang samurai yang telah menahan semuanya seorang diri selama lima tahun...

Benang tipis itu telah dirusak..
Telah diputus

Air mata yang selama ini tertahan di matanya menetes
Namun Oden mampu menahan perasaannya

Sepertinya Oden telah belajar dari kesalahan sebelumnya. Kali ini ia bisa menahan amarahnya dan memikirkan segala sesuatunya secara matang.


Oden kembali ke kastil dan mengumpulkan orang-orangnya.
"Kita akan menjatuhkan Kaidou!!"

"Kami sudah lama menunggu kata-kata ini!!"

Kinemon dan yang lain tampak seperti orang yang baru diberi makan setelah sekian lama lapar. Kata-kata itu akhirnya keluar dari mulut pemimpin mereka.

Kekacauan terbesar di generasi ini

Oleh Kozuki Oden... Yang telah menangis di sepanjang Wano

Di sisinya, sembilan pria yang telah ia tumbuhkan sebagai samurai

Disinari oleh merahnya langit matahari senja

Pria-pria ini lapar akan pertarungan, berkilau oleh api merah

Pedang di pinggang mereka bagaikan refleksi dari nyala hidup yang membara


Para penduduk Wano, yang hormat terhadap kesetiaan mereka, kemudian menyebut mereka sebagai

Sembilan Sarung Merah

Dengan mata yang tertuju pada Kaidou..
Jalan mereka juga bagian dari cerita sedih di masa lalu...

Takdir yang menunggu mereka adalah.... eksekusi publik Kozuki Oden!!

Sampai jam legendaris itu tiba, yang akan diceritakan terus pada generasi mendatang...

Tolong jangan sedetik pun, mengalihkan matamu

One Piece 969 - END

Tuesday, January 21, 2020

thumbnail

Detail-Detail Kecil Yang Mungkin Kamu Lewatkan Di One Piece 968

Flashback masih terus berlanjut, kali ini chapter berfokus pada bubarnya Kelompok Bajak Laut Roger dan kembalinya Oden ke Negeri Wano.

Langsung saja mulai dari detail pertama.

1. Halaman Cover
Halaman cover kerap kali dilewatkan oleh para pembaca manga. Orang-orang cenderung tidak sabar untuk langsung membaca isi ceritanya. Padahal, halaman cover One Piece khususnya kerap memuat detail-detail kecil yang cukup menarik untuk disimak. Termasuk pada chapter kali ini, One Piece Chapter 968.


Pada halaman cover ini, setidaknya ada 7 detail kecil yang mungkin kamu lewatkan.

1.1 Bekas Benang Doflamingo
Goresan benang dari teknik sangkar burung Doflamingo masih terlihat di bukit bebatuan yang ada di background. Kota sedang dalam proses perbaikan, tapi "luka" di bukit itu bisa jadi akan dibiarkan begitu saja. Hitung-hitung sebagai monumen untuk mengenang pertarungan hebat antara Luffy dan Doflamingo yang pernah terjadi di sana.


1.2 Perbaikan Kota
Kerangka-kerangka untuk perbaikan gedung masih bisa dengan jelas dilihat di beberapa bangunan yang ada di sepanjang jalan itu. Kota yang dikenal dengan hasrat dan cinta ini benar-benar sedang dalam masa pemulihan.


1.3 Kain Tukang Cukur Chiffon
Seperti selayaknya salon atau tukang cukur pada umumnya, klien akan diberi kain khusus untuk menutupi dirinya ketika rambut akan dipotong. Ketika sekelompok angkatan laut menangkap Chiffon, ia diangkut langsung bahkan dalam kondisi kain itu masih menutupi badannya.


1.4 Efek Cium Germs Pirates
Meskipun kelompok bajak laut Germs Pirates yang meneror Dressrosa dengan kemampuan yang membuat orang menggila menciumi orang-orang sekitarnya sudah dikalahkan oleh Bege, efek cium itu masih belum hilang.


1.5 Anjing Peliharaan Angkatan Laut
Terlihat sosok kecil di deretan paling depan angkatan laut yang menangkap Chiffon. Ini hanya spekulasi belaka, tapi kemungkinan itu adalah semacam anjing peliharaan si perempuan angkatan laut. Hal ini menjelaskan bagaimana mereka bisa melacak Chiffon.


Motif pakaian perempuan angkatan laut itu juga putih dengan corak hitam-hitam ala dalmatian. Hal ini bisa dilihat pada cover One Piece Chapter 966.

1.6 Anak Buah Bege
Masih sama seperti cover One Piece Chapter 966, di pojokkan terdapat orang berpakaian ala mafia terkapar. Bedanya kalau sebelumnya di pojok kanan, sekarang di kiri. Sosok ini tak lain adalah salah satu anak buah Bege yang mengawal Chiffon, namun tampaknya angkatan laut terlalu kuat baginya sampai-sampai ia tak bisa melindungi istri bossnya.


1.7 Sepatu Gotti
Detail terakhir yang tidak kalah (tidak) pentingnya adalah, Gotti kembali terlihat dengan sepatu bermotif bulat-bulatnya. Sepatu hitam yang tampak ia kenakan pada halaman cover One Piece Chapter 960 digambar polos karena ia berada cukup jauh di background.


Sepatu dengan motif yang sama juga terlihat digunakan oleh Vito di halaman cover beberapa chapter sebelumnya.

2. Kemampuan Buah Iblis Buggy
Untuk pertama kali di flashback ini, Buggy terlihat menggunakan kemampuan buah iblisnya. Ketika kru Roger berkumpul untuk akhirnya mendengar berita pembubaran kelompok itu, Buggy hanya terlihat setengah badan.


3. Topi Roger
Ketika harus berpisah dengan krunya, Roger menitipkan topinya pada Rayleigh, partner pertamanya dalam perjalanan menjadi bajak laut terhebat. Sebuah momen yang emosional. Roger pun pergi meninggalkan teman-temannya tanpa mengenakan topi.


Hal ini menjelaskan kenapa pada saat ia bertemu minum-minum dengan Shirohige, topi yang digunakan waktu itu agak berbeda.

4. Baju Nododon Seagull
Meskipun bertubuh paling besar di antara kelompok Roger, sepertinya mencari pakaian berukuran pas bukan sesuatu yang sulit bagi Seagull. Dia justru menjadi karakter yang sangat sering terlihat berganti-ganti pakaian. Kadang kaos putih polos, hitam polos, hitam bergaris, kaos putih dengan luaran hitam, dan terakhir terlihat mengenakan kaos bertuliskan NODODODON.


5. Rayleigh Memalingkan Wajah
Rayleigh jadi satu-satunya kru yang terlihat memalingkan wajah ketika kaptennya pergi. Mungkin ia tak mau terlihat saat menangis. Sebelumnya saat Roger memberinya pesan-pesan terakhir saja, ia menutupi mukanya dengan tangan.


6. Pakaian Warga
Bukan hanya keluarga dan ajudan Oden, para warga pun sampai harus menggunakan baju-baju yang ditambal-tambal. Menggambarkan betapa susahnya Kuri berusaha untuk bertahan tanpa pemimpin. Tapi meski dalam kondisi seperti itu, mereka masih tetap bisa tersenyum dan tertawa menyambut kembalinya Oden.


Dan hei, ada juga si panda legendaris di pojok kanan.

Tidak hanya di Kuri, di halaman-halaman akhir saat Oden menuju ibu kota, penduduk dari daerah lain pun tampak menggunakan baju yang ditambal-tambal. Menunjukan bahwa pengaruh buruk Orochi menyebar ke seluruh penjuru negeri.

7. Kacamata Inuarashi
Inuarashi akhirnya mulai terlihat memakai kacamata. Terakhir ia muncul di chapter minggu lalu ketika memilih untuk menemani Toki di Wano, Inuarashi masih belum memakai kacamata. Setelah Oden kembali, akhirnya ia menggunakan kacamata. Dan sampai sekarang, ia masih tetap mengenakan kacamata.


Ukuran tubuh kedua mink ini juga terlihat meningkat pesat. Sekarang mereka sudah jauh lebih besar dari ukuran manusia normal.

8. Oden Lompat Kastil
Kalau diperhatikan dengan sangat teliti, ketika Oden marah dan hendak menyerang Orochi, ia langsung melompat dari lantai atas kastil Kuri.


Detail lain dari aksi pergerakan Oden juga bisa dilihat di halaman yang sama. Ketika harus melewati sungai, Oden memilih untuk langsung melompat saja dari ujung ke ujung alih-alih menggunakan jembatan yang disediakan.


Follow Twitter @YonkouTerkuat untuk mendapat berbagai update dan twit-twit random seputar One Piece dan Anime/Manga lainnya.